Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Usai Menari Kesurupan Selama Seminggu, Penari Seblang Dimandikan dari Tujuh Sumber Air di Banyuwangi

Agung Sedana • Sabtu, 12 April 2025 | 22:00 WIB
Penari seblang, sinden, penabuh gamelan, dan anggota adat lainnya, dimandikan dengan air dari tujuh sumber air di Desa Olehsari, Jumat (11/4).
Penari seblang, sinden, penabuh gamelan, dan anggota adat lainnya, dimandikan dengan air dari tujuh sumber air di Desa Olehsari, Jumat (11/4).

RADARBANYUWANGI.ID – Ritual adat Seblang Olehsari yang digelar di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, sudah tuntas.

Tradisi lungsuran menandai akhir dari rangkaian seblang. Prosesi lungsuran dilaksanakan sehari setelah ritual utama seblang selesai.

Lokasinya di depan rumah salah satu sesepuh adat pada Jumat pagi (11/4).

Dalam tradisi lungsuran, para pelaku ritual seperti penari seblang, sinden, penabuh gamelan, dan anggota adat lainnya, dimandikan dengan air dari tujuh sumber air di Desa Olehsari.

Air tersebut telah dicampur dengan berbagai bunga yang sebelumnya didoakan secara khusus.

Lungsuran merupakan prosesi penyucian diri secara lahir dan batin bagi seluruh pelaku ritual.

Tradisi ini diyakini mampu membersihkan dari sengkolo atau energi negatif yang dapat mengganggu.

”Lungsuran diyakini untuk menjauhkan diri dari sengkolo atau energi negatif pada diri kita. Tak luput juga kita semua memohon ridho dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Ketua Adat Desa Olehsari Ansori.

Dalam prosesinya, sesepuh adat secara bergantian menyiramkan air suci tersebut, dimulai dari penari seblang dan dilanjutkan kepada seluruh pelaku ritual lainnya.

Sebagai penutup, digelar selamatan dengan menyajikan hidangan khas seperti pecel pitik dan jenang abang.

Selamatan ini menjadi simbol rasa syukur dan penghormatan atas kelancaran seluruh rangkaian upacara adat Seblang Olehsari.

Tradisi lungsuran tidak hanya menjadi simbol pembersihan diri, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan warisan leluhur yang sarat makna spiritual dan sosial bagi masyarakat Olehsari.

Ritual adat seblang yang diselenggarakan masyarakat Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, dimulai pada Jumat (4/4) lalu.

Ritual bersih desa tersebut berlangsung selama tujuh hari berturut-turut hingga Rabu (10/4) mendatang.

Seblang Olehsari merupakan ritual yang digelar sejak zaman dahulu.

Dalam pelaksanaannya, seorang penari yang terpilih secara supranatural menari dalam kondisi tidak sadarkan diri (trance).

Penari yang notabene merupakan keturunan dari penari seblang pertama itu diyakini dirasuki oleh roh leluhur masyarakat desa setempat.

Tahun ini, Dwi Putri Ramadani, 21, kembali terpilih sebagai penari seblang.

Dengan mata terpejam dan mengenakan omprog (mahkota berbahan daun kelapa), dia menari mengikuti irama lagu-lagu seblang.

Sebelumnya, Putri sudah beberapa kali menjalankan ”tugas” yang diyakini merupakan petunjuk dari leluhur warga Desa Olehsari tersebut. (cw4/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kesurupan #banyuwangi #Seblang Olehsari #tidak sadarkan diri #menari