Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Artefak Senjata, Beda Zaman, Beda Material dan Fungsinya

Niklaas Andries • Minggu, 17 Maret 2024 | 16:45 WIB

PUSAKA: Beberapa artefak berupa senjata peninggalan leluhur yang jadi koleksi Omahseum Banyuwangi.
PUSAKA: Beberapa artefak berupa senjata peninggalan leluhur yang jadi koleksi Omahseum Banyuwangi.
Radarbanyuwangi.id - Beberapa senjata di zaman dulu, kini banyak menjadi artefak peninggalan sejarah di Banyuwangi.

Contoh artefak berupa senjata di masa lalu adalah kapak genggam dan perimbas. Perangkat tersebut berbahan dasar batu.

Ini merupakan senjata yang digunakan untuk berburu dan keperluan makanan sehari-hari oleh manusia yang hidup di zaman prasejarah.

Kedua benda ini diyakini juga digunakan untuk melindungi diri dari ancaman binatang buas, serta melindungi diri dari manusia lainnya.

Dalam kehidupan sosialnya, manusia di zaman prasejarah hidup tidak menetap alias nomaden.

Temuan berupa artefak kapak genggam ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia.

Ada yang ditemukan di Bali, Lampung, Jawa, dan daerah lainnya. Zaman ini dimasukkan dalam kategori zaman Paleotikum.

Selepas zaman kapak genggam, peradaban kemudian beralih ke zaman penggunaan senjata dari bahan tulang.

Ciri kelompok manusia ini mulai memiliki penataan secara sosial dalam masyarakat.

Mereka mulai hidup berladang dan menetap dalam sebuah wilayah. Pisau dari tulang ini merupakan peninggalan manusia yang hidup di zaman paleolitikum, dan menjadi hasil dari budaya Ngandong.

Mereka kemudian masih mempertahankan tradisi berburu. Di sini pengembangan senjata lebih modern.

Salah satunya dengan penggunaan anak panah berbahan tulang. Lainnya juga ditemukan artefak anak panah yang terbuat dari batuan gamping.

Artefak ini ditemukan di gua-gua di Tuban, Jawa Timur dan Gua Lawa Sampung. Artefak dari zaman ini biasanya dikategorikan masuk dalam zaman Mesolithikum.

Dalam perkembangannya, manusia kemudian mulai membangun bangunan. Tidak hanya untuk tempat tinggal tetapi juga untuk pemenuhan sisi religius.

Maka di sini dapat ditemukan artefak besar dari baru seperti menhir, dolmen, keranda, sarkofagus, dan arca.

Usai zaman batu lewat, manusia kemudian beralih masuk dalam zaman logam. Ini ditandai dengan penggunaan logam dalam skala kehidupan lebih luas. Tidak hanya sebagai senjata dan perlindungan diri.Tetapi pada kebutuhan primer seperti bercocok tanam hingga tersier seperti perhiasan seperti dari emas, besi, dan perunggu. (nic/bay)

 

 

 

Editor : Niklaas Andries
#lampung #menhir #jawa #tuban #sarkofagus #senjata #arca #bali #prasejarah #anak panah #logam #jawa timur #zaman #KAPAK #dolmen #Artefak