Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Takjil Gratis, Sarana Berbagi untuk Warga Sekitar

Salis Ali Muhyidin • Minggu, 10 Maret 2024 | 16:30 WIB

BERBAGI: Memberikan makanan atau minuman di tepi jalan, sudah menjadi kebiasaan warga Banyuwangi menjelang berbuka puasa.
BERBAGI: Memberikan makanan atau minuman di tepi jalan, sudah menjadi kebiasaan warga Banyuwangi menjelang berbuka puasa.
Radarbanyuwangi.id - Ramadan tak hanya identik dengan rangkaian ibadah puasa. Beragam tradisi juga berkembang di masyarakat.

Salah satunya adalah membagikan makanan atau minuman untuk berbuka (takjil) menjelang Magrib.

Selain tradisi nyekar dan penampan poso, salah satu kebiasaan yang tak pernah dilewatkan selama Ramadan adalah bagi-bagi takjil menjelang berbuka puasa.

Takjil atau menu hidangan yang bertujuan untuk membatalkan puasa, biasanya terdiri dari makanan dan minuman ringan.

Tak heran, setiap Ramadan tiba, takjil selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu, bahkan diburu oleh sebagian warga.

Bahkan, takjil juga menjadi daya tarik orang-orang untuk meramaikan masjid atau surau-surau kecil di desa. Ini lantaran mulai menjadi sarana berbagi untuk warga lingkungan sekitar.

Di Banyuwangi, bagi-bagi takjil banyak ditemukan di masjid-masjid besar. Salah satunya adalah di Masjid Besar Baiturrahman, Kecamatan Genteng.

Setiap sore di bulan puasa, ratusan orang mendatangi Masjid Besar Baiturrahman yang ada di Jalan Gajah Mada, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng ini.

Mereka itu bukan hanya warga sekitar masjid atau umat yang tinggal di wilayah Kecamatan Genteng, tapi juga banyak dari luar daerah.

Tukang roti keliling, sales produk rokok, warga yang akan belanja, hingga anak kos yang tengah menghemat pengeluaran berkumpul di masjid besar yang tiap tahun menyediakan takjil gratis itu.

Masjid Besar Baiturrahman Genteng menyiapkan sekitar 1.000 sampai 1.200 nasi kotak untuk para jamaah yang berbuka puasa.

Semua nasi kotak itu, berasal dari sumbangan masyarakat. “Kami tidak memasak sendiri,” cetus Sekretaris Masjid Besar Baiturrahman Genteng, Hadori.

Setiap warga yang tinggal di sekitar masjid, diminta mengirim tiga sampai lima kotak nasi setiap harinya.

Untuk mereka yang punya rezeki berlebih, biasa mengirimkan 20 sampai 50 nasi kotak. “Jadwalnya sudah kami atur, sudah ada panitia sendiri,” terangnya.

Meski sudah menargetkan 1.000 sampai 1.200 nasi kotak, biasanya pada tiga hari pertama, jamaah yang hadir hanya berkisar 500 jamaah sampai 600 jamaah.

 “Hari pertama sedikit, mungkin banyak yang belum tahu kalau di sini menyediakan buka puasa gratis,” terangnya. (sas/bay)

Editor : Niklaas Andries
#buka puasa gratis #berbuka puasa #magrib #jamaah #musala #nasi kotak #ibadah puasa #masjid #ramadan #banyuwangi #Takjil