24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Launching Karya Seniman Banyuwangi Disaksikan Once Mekel, Yuni Shara, dan Sania

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Karya seniman lukis Banyuwangi mulai merambah dunia digital. Jumat (19/1) ArtOs Nusantara me-launching karya seniman Banyuwangi dalam bentuk aset digital non-fungible token (NFT).

Peluncuran diikuti secara langsung dan daring oleh sejumlah seniman dan penyanyi papan atas nasional. Ada Once Mekel, Yuni Shara, Sania, serta beberapa founder dan CEO platform digital seperti Founder dan CEO StarX Irwan Wahyudianto, Founder MYDIO Tech Indra Putra, CEO RPM Octav Panggabean, CEO Vexanium Danny Baskara, dan CBO StarX Eldo Kusuma.

Mereka ikut menyaksikan bagaimana karya perupa Banyuwangi yang tergabung dalam pameran lukisan bertajuk ”ArtOs Nusantara” masuk ke ranah perdagangan barang secara digital.

”Ini adalah wadah baru, ekosistem baru yang memungkinkan adanya sharing royalty yang akan membantu teman-teman pelaku seni,” kata Founder Langgar Art Imam Maskun yang juga penggagas pameran lukisan bertajuk ”ArtOs Nusantara” pada  April 2023 nanti.

Dikatakan Imam, sebanyak 14 karya dari 11 pelukis berkolaborasi dengan delapan penyanyi top Indonesia sudah masuk sebagai aset NFT. Salah satunya adalah pembeli tembang Tanda-Tanda yang dinyanyikan oleh Yuni Shara akan mendapatkan lukisan NFT berjudul Bunga Asmara karya Suryantara.

Baca Juga :  Lestarikan Musik Banyuwangi, Pemkab Gelar Festival Gendhing Using

Contoh lain, pembeli lagu Cintai Aku Lagi oleh Sania akan mendapatkan lukisan NFT bertajuk Kasmaran karya Sugiono. Lukisan NFT disiapkan hanya untuk 50 orang pembeli pertama lagu tersebut. Imam menambahkan, kolaborasi pelukis dan penyanyi untuk menjual karya dalam bentuk NFT merupakan yang pertama di Indonesia.

Imam berharap, langkah itu dapat memotivasi para seniman dan musisi lain untuk bergabung memanfaatkan teknologi blockchain dalam memasarkan karya. ”Bagaimana seniman harus melek digital. Bagaimana bisa mendapatkan pendapatan melalui sharing dari NFT. Indonesia punya 200 juta pengguna internet, belum lagi yang di luar Indonesia. Itu pasar yang besar,” imbuh Imam.

Tak hanya seniman lukis, para musisi juga optimistis dengan proyek besar tersebut. Penyanyi Once mengatakan, seni musik sebenarnya sulit untuk masuk dalam teknologi blockchain. Dengan kolaborasi bersama para seniman, para musisi bisa turut ambil bagian. ”Saya percaya teknologi ini akan terus berkembang, sekalipun banyak yang belum mengenalnya,” lanjut Once.

Pelantun lagu Aku Mau itu optimistis pemanfaatan teknologi blockchain akan membuka cakrawala para pelaku industri seni di Indonesia. Kolaborasi semacam ini bakal membuka kesempatan bagi para musisi dan perupa untuk menembus pasar dunia. ”Banyak sekali musisi yang membidik pasar luar negeri. Semua terbuka dengan teknologi,” kata Once.

Baca Juga :  Musik Bisa Kembalikan Memori

Adanya manfaat dari NFT, kata Once, ikut membuka kemungkinan peluang beberapa art bisa mendapatkan posisi yang lebih unik dan bermutu. ”Artinya, sebuah lukisan A ditaruh di platform dengan NFT, ini akan memiliki mutu yang lebih bagus daripada yang ditaruh di platform digital lain,” jelasnya.

CEO StarX Irwan Wahyudianto menambahkan, blockchain dipilih sebagai sarana karena teknologi itu menawarkan transparasi dalam setiap transaksi. Transportasi ini menjadi salah satu isu yang kerap ditemui oleh para seniman, terutama para musisi. ”Di dalam teknologi blockchain tidak mungkin ada kecurangan. Dari sisi transaksi, tidak ada manipulasi,” kata Irwan.

Terobosan baru ini juga memungkinkan para musisi dan seniman untuk memberi harga terhadap karya masing-masing. Ke depan, musisi dan seniman dari dalam dan luar negeri bakal digandeng dalam proyek tersebut. Sebab, pasar penjualan lagu NFT tak terbatas pada lokal, tapi juga internasional. ”Di sini seniman bisa menentukan harga dari karya mereka sendiri. Mereka tahu siapa yang membeli karya mereka,” kata Irwan. (fre/aif/c1)

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Karya seniman lukis Banyuwangi mulai merambah dunia digital. Jumat (19/1) ArtOs Nusantara me-launching karya seniman Banyuwangi dalam bentuk aset digital non-fungible token (NFT).

Peluncuran diikuti secara langsung dan daring oleh sejumlah seniman dan penyanyi papan atas nasional. Ada Once Mekel, Yuni Shara, Sania, serta beberapa founder dan CEO platform digital seperti Founder dan CEO StarX Irwan Wahyudianto, Founder MYDIO Tech Indra Putra, CEO RPM Octav Panggabean, CEO Vexanium Danny Baskara, dan CBO StarX Eldo Kusuma.

Mereka ikut menyaksikan bagaimana karya perupa Banyuwangi yang tergabung dalam pameran lukisan bertajuk ”ArtOs Nusantara” masuk ke ranah perdagangan barang secara digital.

”Ini adalah wadah baru, ekosistem baru yang memungkinkan adanya sharing royalty yang akan membantu teman-teman pelaku seni,” kata Founder Langgar Art Imam Maskun yang juga penggagas pameran lukisan bertajuk ”ArtOs Nusantara” pada  April 2023 nanti.

Dikatakan Imam, sebanyak 14 karya dari 11 pelukis berkolaborasi dengan delapan penyanyi top Indonesia sudah masuk sebagai aset NFT. Salah satunya adalah pembeli tembang Tanda-Tanda yang dinyanyikan oleh Yuni Shara akan mendapatkan lukisan NFT berjudul Bunga Asmara karya Suryantara.

Baca Juga :  Fokus Gerak dan Formasi, Ribuan Penari Gandrung Berlatih sampai Malam

Contoh lain, pembeli lagu Cintai Aku Lagi oleh Sania akan mendapatkan lukisan NFT bertajuk Kasmaran karya Sugiono. Lukisan NFT disiapkan hanya untuk 50 orang pembeli pertama lagu tersebut. Imam menambahkan, kolaborasi pelukis dan penyanyi untuk menjual karya dalam bentuk NFT merupakan yang pertama di Indonesia.

Imam berharap, langkah itu dapat memotivasi para seniman dan musisi lain untuk bergabung memanfaatkan teknologi blockchain dalam memasarkan karya. ”Bagaimana seniman harus melek digital. Bagaimana bisa mendapatkan pendapatan melalui sharing dari NFT. Indonesia punya 200 juta pengguna internet, belum lagi yang di luar Indonesia. Itu pasar yang besar,” imbuh Imam.

Tak hanya seniman lukis, para musisi juga optimistis dengan proyek besar tersebut. Penyanyi Once mengatakan, seni musik sebenarnya sulit untuk masuk dalam teknologi blockchain. Dengan kolaborasi bersama para seniman, para musisi bisa turut ambil bagian. ”Saya percaya teknologi ini akan terus berkembang, sekalipun banyak yang belum mengenalnya,” lanjut Once.

Pelantun lagu Aku Mau itu optimistis pemanfaatan teknologi blockchain akan membuka cakrawala para pelaku industri seni di Indonesia. Kolaborasi semacam ini bakal membuka kesempatan bagi para musisi dan perupa untuk menembus pasar dunia. ”Banyak sekali musisi yang membidik pasar luar negeri. Semua terbuka dengan teknologi,” kata Once.

Baca Juga :  Musik Bisa Kembalikan Memori

Adanya manfaat dari NFT, kata Once, ikut membuka kemungkinan peluang beberapa art bisa mendapatkan posisi yang lebih unik dan bermutu. ”Artinya, sebuah lukisan A ditaruh di platform dengan NFT, ini akan memiliki mutu yang lebih bagus daripada yang ditaruh di platform digital lain,” jelasnya.

CEO StarX Irwan Wahyudianto menambahkan, blockchain dipilih sebagai sarana karena teknologi itu menawarkan transparasi dalam setiap transaksi. Transportasi ini menjadi salah satu isu yang kerap ditemui oleh para seniman, terutama para musisi. ”Di dalam teknologi blockchain tidak mungkin ada kecurangan. Dari sisi transaksi, tidak ada manipulasi,” kata Irwan.

Terobosan baru ini juga memungkinkan para musisi dan seniman untuk memberi harga terhadap karya masing-masing. Ke depan, musisi dan seniman dari dalam dan luar negeri bakal digandeng dalam proyek tersebut. Sebab, pasar penjualan lagu NFT tak terbatas pada lokal, tapi juga internasional. ”Di sini seniman bisa menentukan harga dari karya mereka sendiri. Mereka tahu siapa yang membeli karya mereka,” kata Irwan. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/