Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BBM Naik, Harga Ayam Kampung Ikut Naik

Agus Baihaqi • Rabu, 7 September 2022 | 01:30 WIB
CEK: Petugas Pasar Genteng 1 Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng memeriksa harga bahan pokok, Minggu (4/9). (Salis Ali/Radar Genteng)
CEK: Petugas Pasar Genteng 1 Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng memeriksa harga bahan pokok, Minggu (4/9). (Salis Ali/Radar Genteng)
GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan Presiden Joko Widodo pada Sabtu (3/9) sekitar pukul 14.30, langsung diikuti dengan kenaikan sejumlah bahan pokok, Minggu (4/9).

Di Pasar Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kenaikan harga BBM itu langsung direspon oleh para pedagang dengan menaikkan harga sejumlah bahan dapur. “Ada beberapa yang naik (harga bahan pokok),” kata petugas di Pasar Genteng 1, Arif Kurniawan.

Arif yang bertugas sebagai pencatat fluktuasi harga bahan pokok di Pasar Genteng 1 itu mengatakan, harga cabai rawit kembali mengalami kenaikan. Bila sebelumnya Rp 26 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 40 ribu per kilogram. “Data Kamis (1/9) masih Rp 26 ribu, hari ini (kemarin) sudah naik,” katanya.

Selain cabai rawit, jelas dia, harga daging ayam kampung ternyata juga mengalami kenaikan. Saat ini, satu kilogram ayam kampung dijual dengan harga Rp 85 ribu per kilogram. Sebelumnya, daging ayam kampung itu harganya Rp 78 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogram. “Untuk ayam potong masih tetap Rp 33 ribu per kilogram, harga itu sejak Agustus lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, harga telur ras justru mengalami penurunan. Bila sebelumnya tembur Rp 29 ribu per kilogram, kini harganya turun menjadi Rp 28 ribu per kilogram. “Kenaikan harga setelah BBM naik seperti ini sudah sering terjadi,” cetusnya. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#BBM Naik #harga ayam #bbm #sembako