Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puluhan Hektare Sawah Rusak Diserang Wereng

Agus Baihaqi • Rabu, 25 Mei 2022 | 19:06 WIB
GAGAL PANEN: Sanen (kiri) dan Paiman menunjukkan tanaman padinya di Dusun Darungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu yang tidak bisa dipanen karena rusak diserang hama, Senin (23/5). (Salis Ali/Radar Genteng)
GAGAL PANEN: Sanen (kiri) dan Paiman menunjukkan tanaman padinya di Dusun Darungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu yang tidak bisa dipanen karena rusak diserang hama, Senin (23/5). (Salis Ali/Radar Genteng)
RADAR GENTENG – Para petani di Dusun Darungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, banyak yang ketar-ketir. Puluhan hektare tanaman padi yang sudah siap panen rusak karena diserang wereng. Tanamannya kerdil dan terancam gagal panen, Selasa (23/5).

Sedikitnya 57 hektare tanaman padi yang mulanya hijau dan menguning, tiba-tiba gosong, roboh, dan tidak bisa dipanen. “Tidak hanya di sawah saya saja, tapi ini merata rata,” terang Sanen, 70, petani asal Dusun Darungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu.

Menurut Sanen, tanaman padi seluas dua hektare miliknya semua rusak akibat diserang wereng. Dan itu, membuat tanamannya yang harusnya bisa segera dipanen jadi rusak. “Sudah habis empat kuintal pupuk, tapi tetap tidak mempan. Padahal untuk mengolah ini modalnya pinjam,” keluhnya.

Hama mulai menyerang tanaman padi milik petani saat masih berumur 60 sampai 80 hari. Tiba-tiba, daun dan batang padi berubah kekuning-kuningan. “Kalau dicabut akarnya juga kopong. Selain diserang wereng, ada penyakit lain,” ungkapnya.

Petani lain, Paiman, 67, mengatakan satu hektare tanaman padi miliknya juga diserang hama. Ia kewalahan mengatasi serangan ini, dan akhirnya hanya bisa pasrah. “Saya biarkan, petani lain juga sudah tidak mampu menangani. Sudah habis uang banyak buat beli obat,” terang Paiman yang sawahnya tidak jauh dari sawah milik Sanen.

Banyaknya hama dan penyakit yang menyerang sawah, ini akibat cuaca yang tidak menentu. “Seperti orang, kalau musim pancaroba banyak yang sakit. Bulan-bulan ini gitu, kadang hujan kadang panas. Kalau saya amati sering kejadian (sawahnya diserah hama),” jelasnya.

Tidak hanya sawah milik Paiman dan Sanen, sawah milik petani lain di daerah itu juga ikut terserang wereng, Dalam jangka dua hingga tiga hari, hama bisa menyebar ke sawahan yang lain. “Yang terserang wereng rata, kebetulan bibit padinya banyak yang sama,” ujarnya.

Untuk membasmi hama itu, lanjut dia, seharusnya ada penyemprotan masal. Selama ini, warga hanya menyemprot sendiri-sendiri tidak bersama. “Kalau tidak serentak, wereng akan pindah ke tempat yang belum disemprot. Sekarang sudah terlambat, ini sudah tidak bisa diharapkan,” cetusnya.

Perwakilan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sempu, Warsidianto, menjelaskan hama memang kerap menyerang padi milik petani pada Mei hingga Juli. Itu terkait cuaca yang kerap berubah. “Petani harus bisa mempredikisi, itu sudah sering disosialisasikan,” katanya.

Terkait penyemprotan, masal, Warsidianto menyebut sudah pernah melakukan penyemprotan masal ke sawah petani sebagai upaya penanganan wereng. “Tapi hama wereng tetap sulit dikendalikan,” cetusnya. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#hama wereng #gagal panen #tanaman padi #padi #pertanian #diserang hama #petani merugi