Senin, 20 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Pelaku Kekerasan Seksual Terancam Penjara 20 Tahun

15 September 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DITAHAN: Tersangka SW dimintai keterangan oleh penyidik Renakta Satreskrim Polresta Banyuwangi.

DITAHAN: Tersangka SW dimintai keterangan oleh penyidik Renakta Satreskrim Polresta Banyuwangi. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

BANYUWANGI – Pelaku kekerasan seksual terhadap anak bawah umur, SW, 60,  bakal mendekam cukup lama di penjara. Kakek 60 tahun tersebut, akhirnya mengakui perbuatannya telah menodai Bunga, 14,  (bukan nama sebenarnya).

Terkait perbuatan SW tersebut, penyidik Renakta Satreskrim Polresta Banyuwangi menerapkan pasal 81 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara.

Perempuan berusia 14 tahun tersebut dipaksa melayani nafsu bejat SW hingga dua kali. Perbuatan asusila itu dilakukan di rumah korban pada tahun 2020 dan bulan Januari 2021. ”Pengakuan pelaku hanya dua kali,” ujar Kapolresta Banyuwagi AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatreskrim AKP Musitijat Priyambodo.

Baca juga: Laundry Cukup Bayar Doa

Pelaku melancarkan aksi kejinya dengan cara membujuk korban. Korban diiming-imingi uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. ”Pelaku juga mengancam korban untuk tidak bercerita kepada siapa pun,” katanya.

Setelah aksi pertamanya, kakek yang masih memiliki istri dan anak tersebut mencoba merayu korban kembali. ”Korban sering menolak ajakan pelaku. Pelaku terkadang juga mengancam korban jika tidak menuruti keinginannya,” ungkap Mustijat.

Pihaknya menerapkan pasal perlindungan anak kepada tersangka. Jeratan hukum tersebut mengacu pasal 81 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara. ”Lantaran korban masih duduk di bangku SMP, pelaku kita kenakan pasal perlindungan anak,” ungkapnya.

Mustijat menambahkan, pihaknya masih terus mendalami keterangan pelaku dan korban sembari melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP). ”Kita masih terus dalami dan melengkapi BAP,” tegasnya.

Seperti diketahui, Jumat (10/9) Bunga diduga membuang janin yang baru dilahirkan di sebuah sumur tua, tempat praktik dr Neni  Destriana di  Dusun Dadapan Utara, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. Pukul 07.00, Bunga didampingi pamannya berobat di tempat praktik Dokter Neni. Dia mengeluh sakit kepala dan perut.

Usai ditangani dokter, Bunga pamit ke kamar mandi. Saat itulah diduga dia melahirkan dan lantas membuang janinnya ke sumur. Tak seberapa lama, Bunga bersama pamannya meninggalkan tempat praktik dokter.

Pemilik klinik baru menyadari kejadian tersebut setelah menemukan ceceran darah di sekitar kamar mandi. Polisi akhirnya berhasil mengungkap peristiwa tersebut. Sore harinya, anggota Satreskkrim Polresta Banyuwangi mengamankan Bunga dan seorang kakek berusia 60 tahun berinisial SW.

Setelah diinterograsi, Bunga mengaku janin berusia 8 bulan yang dikandung tersebut akibat perbuatan SW, tetangganya. Pelajar SMP itu mengaku diperkosa oleh SW saat rumah dalam kondisi sepi. Tindakan Bunga membuang janin tersebut terkuak pukul 11.00 setelah banyak darah berceceran di kamar mandi. Dari rekaman CCTV terlihat Bunga awalnya hendak membuang janin ke tempat sampah. Namun, dia mengambilnya kembali, lalu membuang bayi laki-laki tersebut ke sumur tua.

(bw/rio/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya