Senin, 20 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Tiga Tersangka Kasus Tenggelamnya KMP Yunicee Ditahan

15 September 2021, 14: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DITAHAN DI POLRESTA: Tersangka RMS selaku Syahbandar Korsatpel BPTD Pelabuhan Ketapang berpamitan kepada rekan-rekannya usai berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemarin.

DITAHAN DI POLRESTA: Tersangka RMS selaku Syahbandar Korsatpel BPTD Pelabuhan Ketapang berpamitan kepada rekan-rekannya usai berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemarin. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

BANYUWANGI – Tiga tersangka tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali 29 Juni lalu dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemarin (13/9). Usai pelimpahan dari Mabes Polri, mereka langsung ditahan. Penahanan tersangka dititipkan di Mapolresta Banyuwangi.

Ketiga tersangka adalah IS (nakhoda kapal), NW (Kepala Cabang KMP Yunicee), dan RMS selaku Syahbandar Korsatpel BPTD Pelabuhan Ketapang. Sebelumnya, hanya IS yang ditahan, sedangkan NW dan RMS tak sampai ditahan.

Sebelum ditahan, RMS selaku Syahbandar Korsatpel BPTD Pelabuhan Ketapang sempat berpamitan dengan rekan kerjanya yang ikut mengantarkan ke Kejari Banyuwangi. Suasana haru pecah saat RMS digiring ke dalam mobil polisi menuju Polresta Banyuwagi. ”Semua tersangka langsung diperintahkan untuk ditahan. Ini untuk mengantisipasi agar tidak melarikan diri,” tegas Kajari Banyuwangi M. Rawi.

Baca juga: Alhamdulillah, Status PPKM Banyuwangi Turun ke Level 1

Rawi mengatakan, untuk penahanan dititipkan ke Polresta Banyuwangi. Setelah berkas perkara didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, nantinya penahanan ketiga tersangka bakal dipindah ke Lapas Banyuwangi. ”Perkara belum kita daftarkan ke pengadilan, karena baru kita nyatakan lengkap,” terangnya.

Proses persidangan nanti dilakukan di PN Banyuwangi dengan menghadirkan seluruh saksi yang pernah diperiksa oleh penyidik Mabes Polri. ”Kita masih butuh bantuan penyidik terkait kehadiran saksi dalam persidangan,” ungkapnya.

Kasidik Korpolairud Baharkam Mabes Polri AKBP Nurhadi mengatakan, penahanan tersangka tergantung dari jaksa. Setelah berkas perkara dilimpahkan, kewenangan perkara ada di tangan jaksa. ”Kita serahkan semuanya ke jaksa, termasuk penanganan ketiga tersangka,” katanya.

Jika JPU menetapkan untuk ditahan, jelas Nurhadi, tentu  memiliki pertimbangan lain. ”Kita memang tidak menahan kedua tersangka, dikhawatirkan tugas atau kerja keduanya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) terbengkalai,” kata Rawi.

Nurhadi menambahkan, meski sudah dilimpahkan, pihaknya tetap akan membantu tugas jaksa dalam menghadirkan para saksi saat proses sidang. ”Kita nantinya sebatas membantu menghadirkan saksi, karena saksi cukup banyak. Ada sekitar 40 saksi yang tercantum di dalam BAP,” jelasnya.

Tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee akhirnya berbuntut kasus hukum. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka kasus kapal tenggelam di Perairan Selat Bali, 29 Juni 2021 lalu. Tiga tersangka tersebut adalah IS sebagai nakhoda kapal, NW (Kepala Cabang KMP Yunicee), dan RMS selaku Syahbandar Korsatpel BPTD Pelabuhan Ketapang. Ketiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka menyusul hasil penyidikan Mabes Polri pada 4 Agustus lalu.

Dua tersangka ditahan di tempat terpisah. Untuk tersangka NW ditahan di Mabes Polri, sedangkan IS penahanannya dititipkan di Polresta Banyuwangi. Satu tersangka, RMS, tidak ditahan karena mengajukan penangguhan penahanan. Nakhoda KMP Yunicee ditetapkan sebagai tersangka karena yang bersangkutan tidak melakukan peran keselamatan sehingga menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

Sedangkan terkait penetapan tersangka NW (Kepala Cabang KMP Yunicee) dan RMS selaku Syahbandar Korsatpel BPTD Pelabuhan Ketapang, yang bersangkutan diduga turut berperan dalam tenggelamnya KMP Yunicee. Berdasar fakta-fakta hukum, patut diduga jika kedua tersangka ini (NW dan RMS) turut berperan dalam tenggelamnya KMP Yunicee.

Selain menetapkan tiga orang sebagai tersangka, Mabes Polri juga mengungkap fakta baru di balik tenggelamnya KMP Yunicee. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan, kecelakaan KMP Yunicee yang terjadi pada Selasa malam (29/6) sekitar pukul 19.10 ternyata disebabkan karena kelebihan muatan. Beban muatan yang terlalu berat mengakibatkan kapal hilang keseimbangan.

(bw/rio/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya