Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Permintaan Ikan Hias Mulai Normal, Terkendala Cuaca

15 September 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERJIBAKU: Mukit memilah nener dan indukan nila di kolam pemijahan miliknya di Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng kemarin (13/9)

BERJIBAKU: Mukit memilah nener dan indukan nila di kolam pemijahan miliknya di Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng kemarin (13/9) (Shulhan Hadi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

GENTENG – Para pembudidaya ikan di Dusun Jenisari, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kini mulai bisa tersenyum. Sejak Banyuwangi masuk PPKM Level 2, permintaan mulai berangsur normal.

Salah satu pembudidaya ikan, Mukit, mengatakan bersamaan turunnya level PPKM di Banyuwangi, kondisi pasar ikan mulai normal. Dia menjelaskan, setiap level PPKM berubah, pengaruh yang ditimbulkan sangat besar. “Saat di level 4, permintaan anjlok,” katanya.

Meski permintaan mulai normal, terang dia, faktor alam masih menjadi kendala teknis budidaya ikan. Hingga akhir September nanti, proses pemijahan ikan akan sedikit mengalami kendala. “Cuaca tidak menentu, angka kematian benih ikan lebih tinggi,” ungkapnya..

Baca juga: PPP dan Fraksi Partai Demokrat Geser Anggota di AKD

Dia mencontohkan, untuk ikan jenis nila setap kali pemijahan alami bisa menghasilkan 2000 hingga 2.500 nener. Sedangkan untuk lele, dengan pemijahan buatan bisa menghasilkan hingga 75 ribu benih. Harga satu ekor nener harganya Rp. 35 per ekor, sedangkan lele mulai Rp. 100 per ekor untuk ukuran jari telunjuk. “Kalau untuk konsumsi, harga lele mulai Rp. 16 ribu per kilogram dan nila Rp. 22 ribu per kilogram, ini normal,” jelasnya.

Meski angka kematian benih ikan tinggi, tapi proses pemijahan harus tetap dilanjutkan. Itu untuk mempertahankan siklus perkembangbiakan dan ketersediaan ikan. “Kalau tidak ada pemijahan, ikan akan habis,” ungkapnya.

Salah satu pedagang benih ikan, Ernawati, asal Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran mengungkapkan, selama PPKM permintaan berkurang. Selama ini, konsumennya kalangan sekolah. Selama PPKM Level 4, kegiatan di RTH  dibatasi, dan itu membuat pembelian bahan baku disesuaikan. “Kemarin berkurang karena ada pembatasan, sekarang mulai normal lagi,” terangnya. (sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya