Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Diguyur Hujan, 200 Hektare Tembakau Layu

15 September 2021, 06: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

POTENSI MERUGI BESAR: Salah satu petani tembakau di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, melihat tanamannya yang rusak akibat guyuran hujan.

POTENSI MERUGI BESAR: Salah satu petani tembakau di Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, melihat tanamannya yang rusak akibat guyuran hujan. (Marjono/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

MLANDINGAN – Sejumlah petani tembakau di Desa Silomukti, Kecamatan Mlandingan, Situbondo, terancam merugi. Tanaman mereka rusak bahkan mati akibat guyuran hujan lebat belum lama ini.

Salah satu petani, Edy Djuhariyanto menyampaikan, petani tembakau di Desa Silomukti Kecamatan Mlandingan mengeluh. Sebab, saat ini tanaman tembakau miliknya yang sudah besar dipastikan rusak bahkan mati akibat diguyur hujan lebat.

"Petani sudah berupaya menyedot air yang menggenangi tanaman tembakau, baik di luar maupun di dalam area persawahan. Namun, tetap tidak bisa. Sehingga, mengakibatkan tembakau layu/rusak," terang Edy kepada Jawa Pos Radar Situbondo, Senin (13/9) kemarin.

Baca juga: Penghuni Rutan Situbondo Dilatih Tangani Kebakaran

Dia mengaku terancam rugi puluhan juta rupiah. Sebab, jika sudah digenangi air hujan, mutu daun tembakau terus menurun hingga terancam layu dan mati. Selain itu, daun tembakau tak berfungsi dengan baik. "Ya faktor hujan kemarin. Biasanya kalau biaya tanam Rp 9 juta dengan ukuran 400 meter persegi. Jika dijual, bisa mendapatkan Rp 25 juta sampai Rp 30  juta, kalau sekarang ini dipastikan petani rugi besar," ujarnya.

Kades Silomukti, Dodit Hariyanto mengaku prihatin bagi para petani tembakau di desanya. Hujan yang turun lebat benar-benar di luar prediksi petani. "Kita tidak menduga kalau bulan ini hujan turun, biasanya bulan Juli hingga November waktu musim kemarau. Karena sekarang terjadi hujan yang begitu besar, tembakau rusak karena faktor  hujan  itu. sehingga, mengakibatkan petani di Desa Silomukti rugi, jadi tembakau memang tidak mau dengan tanah yang berair," ujar Dodit.

Petani tembakau di Desa Silomukti hanya bisa pasrah. Mereka tidak bisa menyelamatkan tanamannya dari turunnya hujan yang di luar prediksi. Petani pun tidak bisa berharap mendapatkan hasil yang diharapkan.  “Semoga curah hujan di musim kemarau ini bisa normal,” harapnya.

Selama ini, Desa Silomukti tercatat sebagai sentra penghasil tembakau terbesar di Kabupaten Situbondo. "Kita akui penghasil tembakau terbesar di Situbondo yaitu Desa Silomukti," pungkasnya. (jon/pri)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya