Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Ikuti Kerja Renovasi Musala, Mbah Shaleh Meninggal Tertimpa Atap Cor

14 September 2021, 17: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PANIK: Warga mengevakuasi Saleh yang tertimpa atap cor musala di musala Al Muta’alimin kemarin siang (13/9).

PANIK: Warga mengevakuasi Saleh yang tertimpa atap cor musala di musala Al Muta’alimin kemarin siang (13/9). (BPBD Banyuwangi for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

CLURING – Warga Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, sempat dibuat geger, kemarin siang (13/9). Salah satu warganya, Shaleh, 68, meninggal akibat tertimpa reruntuhan atap cor teras musala Al Muta’alimin yang sedang dibongkar untuk diperbaiki.

Korban yang meninggal saat dibawa ke Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring, tertindih atap cor musala hampir satu jam lamanya. Kakek itu mengalami luka di dahi, tengkorak retak, pendarahan di hidung dan telinga, lebam di dada, dan lecet dibeberapa bagian tubuhnya. “Saat kejadian, warga gotong royong memperbaiki musala,” terang kepala Desa Sraten, H. Arif Rahman Mulyadi.

Saat merenovasi musala itu, terang dia, atap cor pada teras di musala dibongkar. Rencananya, teras musala itu akan diganti dengan model yang baru. “Musala akan dibongkar karena direnovasi, dan Pak Shaleh juga ikut gotong royong,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

TRAGIS: Jenazah Shaleh saat dibawa ke Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring kemarin (13/9)

TRAGIS: Jenazah Shaleh saat dibawa ke Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring kemarin (13/9) (BPBD Banyuwangi for RadarBanyuwangi.id)

Baca juga: Penghargaan untuk Sebelas Anggota Berprestasi

Peristiwa tragi situ, jelas dia, terjadi sekitar pukul 10.30. Saat itu, warga ramai-ramai membongkar atap cor di bagian teras musala. Saat warga merobohkan atap cor itu, korban yang berada di bawahnya terlambat menghindar. “Dari keterangan saksi, korban ini oleh warga sudah diteriaki agar menghindar,” ujarnya.

Tapi, masih kata dia, korban tidak lekas pergi. Hingga akhirnya, saat atap cor teras musala itu ambruk, kakek itu tertimpa bangunan beton. Upaya warga untuk menyelamatkan, tidak membuahkan hasil. “Warga mencoba mengangkat beton, tapi tidak kuat,” terangnya.

Menurut Kapolsek, upaya warga untuk menyelamatkan korban dengan mengangkat beton bekas atap teras musala, selalu gagal. Jeritan tangis dari keluarganya, sempat terdengar di sekitar lokasi kejadian. “Korban hamper satu jam tertindih beton cor bekas atap teras,” katanya.

Korban ini, jelas dia, baru bisa dievakuasi warga sekitar pukul 11.10. Dengan tubuh lemas dan penuh luka, kakek itu langsung dilarikan ke Puskesmas Benculuk, Kecamatan Cluring. Tapi naas, dalam perjalanan nyawanya tidak tertolong. “Lukanya cukup parah,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas medis di Puskesmas Benculuk, terang dia, akibat tertimpa beton bekas atap teras musala itu korban menderita luka di dahi, tengkorak retak, pendarahan di hidung dan telinga, lebam di dada, dan lecet dibeberapa bagian tubuhnya. “Ini akibat kelalaian dan kurangnya hati-hati,” cetusnya. (mg3/abi)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya