Senin, 20 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Tergiur Janji Masuk Satpol PP, Tertipu Rp 25 Juta

14 September 2021, 16: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TUNJUKKAN LAPORAN: Emmat Kendil di depan ruang Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat Polres Situbondo, Senin (13/8) kemarin.

TUNJUKKAN LAPORAN: Emmat Kendil di depan ruang Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat Polres Situbondo, Senin (13/8) kemarin. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - TK, warga Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Situbondo, dilaporkan ke Polres Situbondo, Senin (13/9). Oknum guru itu diduga kuat melakukan penipuan. Pelapornya adalah Emmat Kendil, warga Desa Rajekwesi, Kecamatan Kendit. Pria 40 tahun itu mengaku mengalami kerugian hingga Rp 25 juta.

Ceritanya, pada 2018 silam TK meminta uang Rp 25 juta kepada Emmat Kendil. Uang sebesar itu untuk kepentingan memasukkan anak Emmat Kendil ke Satpol PP di Pemkab Situbondo. Pembayaran Rp 25 juta tersebut dilakukan dua tahap. Rp 10 juta dibayar di rumahnya sendiri. Sementara di rumah Taufik dibayar Rp 15 juta.

 “Saya berikan uang itu karena terlapor menjanjikan sesuatu kepada saya. Katanya dia akan mendaftarkan  anak saya ke Satpol PP. Namun sudah berapa lama ini sejak bulan tiga (Maret), tahun 2018 , hingga saat ini, belum ada apa-apa,” terang Emmat Kendil.

Baca juga: Cerita Zainul Hasan, Hidup dengan Tiga Istri dalam Satu Atap

Karena dinilai tak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan, Emmat Kendil akhirnya memilih melaporkan apa yang dialaminya kepada pihak yang berwajib. Harapannya apa yang sudah diberikannya tidak hangus cuma-Cuma. “Uang yang sudah saya berikan itu bukan sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, proses hukum atas laporannya itu akan terus dikawal sampai tuntas. Jika perlu, terlapor harus dihukum jika tidak memenuhi janjinya atau tidak mengembalikan uangnya. “Jika terlapor ada itikad baik setelah proses  pelaporan ini dan mengembalikan uangnya, saya juga akan mencabut laporan polisi. Namun jika sebaliknya, proses hukum akan berlanjut” ujarnya. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya