Senin, 20 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Suboh Angin Kencang, Besuki Tanah Longsor

14 September 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

RATA DENGAN TANAH: Rumah milik Arif Ariyanto warga Desa Buduan, Kecamatan Suboh, ambruk akibat diterjang angin.

RATA DENGAN TANAH: Rumah milik Arif Ariyanto warga Desa Buduan, Kecamatan Suboh, ambruk akibat diterjang angin. (Marjono/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (11/9) lalu, menyebabkan sebuah rumah di Desa Buduan ambruk. Rumah yang roboh itu milik Arif Ariyanto (40), warga Dusun Krajan, Desa Buduan, Kecamatan Suboh Situbondo. Tak hanya itu, bencana longsor juga terjadi di Desa Jetis Kecamatan Besuki, akibatnya dua dapur rumah milik warga tertimbuh tanah longsor.

Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono menyebutkan, hujan disertai angin kencang di Desa Buduan, Kecamatan Suboh terjadi sekitar pukul 16.30 WiB. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, rumah milik Arif Ariyanto ambruk karena tak kuat menahan derasnya tiupan angin.

"Pada hari Sabtu, sekitar pukul 14.30 wib, wilayah Kecamatan Suboh dan sekitarnya diguyur hujan deras disertai angin kencang. Sedangkan kondisi bangunan rumah korban terbuat dari kayu dan bambu, jadi pada saat terjadi hujan lebat diduga bangunan tersebut tidak kuat menahan beban, sehingga mengakibatkan rumah roboh,” terangnya.

BERANTAKAN: Dapur rumah milik salah satu korban di Dusun Langsep, Desa Jetis, Kecamatan Besuki tertimbun material lonsor.

BERANTAKAN: Dapur rumah milik salah satu korban di Dusun Langsep, Desa Jetis, Kecamatan Besuki tertimbun material lonsor. (Marjono/RadarBanyuwangi.id)

Baca juga: KTP-KK Hilang, Penderita Tumor Ini Tak Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Kata Puriyono, saat kejadian, rumah Arif Ariyanto dalam keadaan kosong. Karena pemilik rumah sedang bekerja di luar sebagai buruh gergaji. “Arif sehari-hari bekerja sebagai tukang gergaji kayu. Sekarang dia sudah tidak punya rumah sebagai tempat berteduh. Selain itu, seluruh perabot rumah tangga miliknya juga rusak akibat tertimpa bangunan. Kerugian korban akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp 25 juta,” ujarnya.

Sementara itu pada malam harinya, di wilayah Dusun Langsep Desa Jetis Kecamatan Besuki, juga terjadi peristiwa lonsor tebing sungai Jumain, Sabtu (11/9) kemarin, sekitar pukul 20.00 WIB. Sehingga, mengakibatkan dua dapur rumah milik warga setempat tertimbun material longsoran.

“Dalam peristiwa bencana ini, material longsoran sungai Jumain menimpa dapur rumah milik Kartijo (58) dan dapur rumah milik Muhammad Baidawi (43). Namun tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut,” pungkasnya. (jon/pri)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya