Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

KTP-KK Hilang, Penderita Tumor Ini Tak Dapat Layanan Kesehatan Gratis

14 September 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BUTUH BANTUAN: Sudah belasan tahun ini, Sima (kanan) mengidap tumor di perutnya. Ibu tiga anak asal Dusun Bandusa, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, ini tidak mendapat layanan kesehatan gratis dari pemerintah.

BUTUH BANTUAN: Sudah belasan tahun ini, Sima (kanan) mengidap tumor di perutnya. Ibu tiga anak asal Dusun Bandusa, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa, Situbondo, ini tidak mendapat layanan kesehatan gratis dari pemerintah. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Sima, ibu tiga anak di Dusun Bandusa, Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa sudah belasan tahun mengidap tumor di perutnya. Perempuan 55 tahun itu hanya bisa tiduran atau duduk-duduk di rumahnya.

Perut Sima tampak membesar. Namun dia tidak hamil. Warga Dusun Bendusa, RT 06, RW 02 itu menderita tumor sudah 19 tahun lamanya. Namun, keadaan ekonomi yang terbatas, membuat dia tak bisa berbuat banyak dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya tersebut. Sima mengaku sempat mendatangi rumah sakit di Situbondo. Namun, dia harus balik kanan karena pihak rumah sakit tidak bisa menangani.

Sima tak bisa mengakses bantuan fasilitas kesehatan gratis yang diberikan pemerintah kepada masyarakat. Sebab, dirinya tidak memiliki KTP maupun kartu keluarga (KK). “Sebenarnya dulu sempat punya, namun hilang. Saya tidak bisa mengurusnya lagi, karena tidak punya biaya," ujarnya.

Baca juga: Car Free Day Belum Dibuka, Mulai Ramai Warga dan Pedagang

Saat ini, Sima tinggal bersama anak perempuannya yang baru tiga tahun menikah. Untuk biaya hidup setiap harinya, Sima harus numpang kepada menantunya yang bekerja serabutan. Penghasilan tiap harinya Rp 30 ribu. Uang sebesar itu untuk dimakan berempat. "Saya makan harus numpang dari hasil jerih payah menantu. Saya sendiri sudah tidak bisa bekerja. Setiap hari hanya bisa tiduran dan duduk di rumah," imbuhnnya.

Sima memiliki tiga anak. Dua laki-laki dan satu perempuan. Akibat keterbatasan ekonominya sejak lama, hanya satu anaknya yang mengenyam bangku pendidikan. Sedangkan dua orang lagi tak bersekolah. “Untuk makan saja sulit, apalagi untuk biaya sekolah,” terangnya seraya menarik nafas panjang.

Tiryo, warga setempat, membenarkan bahwa Sima telah menderita tumor di bagian perut bertahun- tahun lamanya. "Saya sangat prihatin karena Bu Sima tidak bisa mengakses bantuan pemerintah untuk meringankan beban hidupnya. Semoga saja, besok-besok ada jalan untuk beroperasi agar bisa merasakan kenyamanan di sisa hidupnya," harap laki-laki 47 tahun itu.

Kepala Desa Jatisari, Rayudi mengaku sudah meminta Kepala Dusun Banduda untuk segera mengurus kelengkapan administrasi Kependudukan dan KIS milik Sima. Sebab itu sebagai persyaratan awal untuk mendapatkan pelayanan medis gratis dari fasilitas pemerintah.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan Ibu Sima. Semoga saja apa yang menjadi ikhtiar kami diberikan kemudahan sehingga Ibu Sima bisa hidup normal seperti warga kami yang lain,” harapnya. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya