Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Pedagang RTH Keluhkan Lampu Belum Menyala

14 September 2021, 11: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERGERAK: Para pedagang mulai memenuhi pinggir lapangan RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng kemarin (12/9)

BERGERAK: Para pedagang mulai memenuhi pinggir lapangan RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng kemarin (12/9) (Shulhan Hadi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kini telah dibuka lagi. Sejumlah pedagang dan penyedia jasa mainan, juga sudah mulai membuka usahanya, kemarin (12/9).

Hanya saja, para pelaku usaha di RTH Maron itu mengaku belum bisa maksimal karena masih ada sejumlah pembatasan, seperti lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan lampu di RTH yang belum menyala. “Sudah bisa bekerja lagi,” kata Hendro Ari, 40, salah satu pedagang di RTH Maron, Desa Genteng Kulon.

Hendro mengaku saat ini bisa memulai usaha setelah duhur hingga pukul 21.00. Bila malam, tidak bisa maksimal karena lampu penerangan belum dinyalakan. “Tiga hari ini lampu belum nyala, kita pakai lampu sendiri,” katanya.

Baca juga: Debit Air di Sungai Besar Naik, BPBD Minta Warga Tidak Panik

Selain membuat pengunjung kurang semangat untuk datang, terang dia, kondisi RTH Maron yang yang redup bahkan gelap, dikhawatirkan dibuat tempat mesum. Dia berharap pihak terkait bisa segera menyalakan lampu penerangan utama di RTH Maron. “Kekhawatiran kami ini, ABG mesum di sini,” jelasnya.

Ketua Bumdes Lembu Suro, Desa Genteng Kulon yang juga pengelola kegiatan di RTH Maron, Widiyanto menyampaikan berkaitan lampu di RTH Maron yang belum dinyalakan, itu memang disengaja. “Keputusan ini untuk mengontrol kunjungan agar terkendali, biar tidak membludak,” dalihnya.

Terkait kekhawatiran pedagang adanya ABG yang memanfaatkan kondisi ini untuk berpacaran hingga mesum, Widiyanto mengaku juga sudah menerima laporan. “Laporan sudah ada, tapi tidak serta merta lampu penerangan dinyalakan,” katanya.

Widiyanto meminta pedagang bersabar. Dengan adanya pembatasan dan pengendalian kunjungan, diharapkan dalam waktu dekat level PPKM bisa diturunkan lagi. Pihaknya rutin melakukan evaluasi setiap minggunya, dengan adanya pembukaan kembali RTH dengan pembatasan ini. “Kami ini setiap minggu evaluasi dengan pemerintah kecamatan, semoga segera level 1,” harapnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya