Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Penyidik Reskrim Gelar Olah TKP Kasus Kekerasan Seksual Siswa SMP

14 September 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DULUNYA TEMPAT TIDUR: Penyidik Reskrim melakukan olah TKP kasus  kekerasaan seksual  yang dilakukan SW di rumah korban di wilayah  Kecamatan Blimbingsari, kemarin (12/9).

DULUNYA TEMPAT TIDUR: Penyidik Reskrim melakukan olah TKP kasus kekerasaan seksual yang dilakukan SW di rumah korban di wilayah Kecamatan Blimbingsari, kemarin (12/9). (Bagus Rio Rahman/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Kasus pembuangan bayi yang dilatarbelakangi dugaan kekerasan seksual terhadap anak bawah umur menjadi atensi aparat kepolisian.  Penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi langsung menangkap pelaku  kekerasan seksual,  yaitu SW, 60.

Penyidik Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta)  Polresta Banyuwangi sempat mengorek keterangan tersangka SW. Usai  memeriksa tersangka, penyidik langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) perbuatan asusila di sebuah desa, masuk Kecamatan Blimbingsari tersebut.

Polisi tampak kesulitan dalam melakukan olah TKP. Ketika kekerasan seksual itu berlangsung, Bunga, 14, (korban asusila)   tinggal bersama kedua orang tuanya dan dua kakaknya. Rumah berukuran 4 x 5 meter tersebut cukup sederhana.  Dindingnya terbuat dari sesek (anyaman bambu) dan berlantai tanah.  Karena dianggap tidak layak, rumah tersebut sudah dibedah. Tapi,  rumah induk berdinding sesek tersebut tidak dirobohkan, namun difungsikan sebagai dapur.

Baca juga: Empati Mengalir kepada Korban Kekerasan Seksual

Meki kesulitan, polisi tetap melakukan olah TKP. Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan para saksi dan orang tua korban. ”Kita sudah lakukan olah TKP. Tempat kejadiannya  sudah banyak yang berubah,” ujar Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priambodo.

Seperti diketahui, Jumat (10/9) Bunga diduga membuang janin yang baru dilahirkan di sebuah sumur tua, tempat praktik dr Neni  Destriana di  Dusun Dadapan Utara, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat. Pukul 07.00, Bunga didampingi pamannya berobat di tempat praktik Dokter Neni. Dia mengeluh sakit kepala dan perut.

Usai  ditangani dokter, Bunga pamit ke kamar mandi. Di sanalah dia membuang bayi ke dalam sumur.  Tak  seberapa lama, Bunga bersama pamannya meninggalkan tempat praktik dokter. Polisi akhirnya berhasil  mengungkap kejadian ini. Sore harinya, anggota Satreskkrim Polresta Banyuwangi  mengamankan Bunga dan seorang kakek berusia 60 tahun berinisial SW.

Setelah diinterograsi, Bunga mengaku janin berusia 8 bulan yang dikandung tersebut akibat perbuatan SW, tetangganya. Pelajar SMP itu mengaku diperkosa oleh SW saat rumah dalam kondisi sepi. Tindakan nekat membuang janin tersebut terkuak pukul 11.00 setelah banyak darah berceceran di kamar mandi. Dari rekaman CCTV  terlihat, Bunga awalnya hendak membuang janin ke tempat sampah. Dia akhirnya keluar kamar mandi, lalu membuang bayi laki-laki tersebut ke sumur tua.   

Kasatreskrim AKP Mustijat mengatakan, rumah korban yang menjadi TKP kekerasan seksual  sudah berubah. Rumah yang dulu ditinggali Bunga dan keluarga, kini hanya menjadi dapur. ”Aksi yang dilakukan pelaku, memang saat korban masih tinggal di rumah lama,” katanya.

Rumah lama tersebut, jelas Mustijat, berada di belakang rumah baru korban. Tempat tinggal yang ditinggali korban merupakan bantuan dari bedah rumah. ”Meski sudah berubah, kita tetap melakukan olah TKP dengan mengidentifikasi tempat tidur korban dulu,” terangnya.

Dari hasil oleh TKP, masih kata Mustijat, pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu samping kamar. Kekerasan seksual  dilakukan ketika orang tua korban keluar rumah. Terkadang, pelaku juga datang meski hanya ada ayah korban. ”Jika ada ayah korban, pelaku selalu menyuruh Bunga  membelikan rokok. Pelaku berusaha merayu dengan iming-iming uang kepada korban,” ungkapnya.

Selama ini, orang tua korban juga tidak tahu-menahu dengan  kejadian tersebut. Sampai kehamilan anaknya berusia 8 bulan, orang tuanya mengaku tidak tahu-menahu. ”Setelah olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi, kita akan lakukan pemeriksaan terhadap pelaku,” kata Mustijat. 

(bw/rio/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya