Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features

EcoRanger Dampingi Nelayan Pancer Kelola Sampah Laut

14 September 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PELESTARIAN: Wabup Sugirah menyerahkan tempat sampah kepada nelayan dalam  peresemian program Fishing For Litter (FFL) di kawasan Pantai Pancer.

PELESTARIAN: Wabup Sugirah menyerahkan tempat sampah kepada nelayan dalam peresemian program Fishing For Litter (FFL) di kawasan Pantai Pancer. (Dini Rahmawati for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Upaya pengelolaan sampah di Banyuwangi kembali mendapat sokongan dari lintas elemen. Kali ini, dukungan datang dari Non Governmental Organization (NGO) yang concern terhadap pelestarian lingkungan hidup, yakni Greenation.

Setelah melakukan pendampingan pengelolaan sampah laut di Pantai Pulau Merah, kini bersama kalangan nelayan, organisasi nirlaba melakukan pengelolaan sampah laut di Pantai Pancer.

Greenation merupakan organisasi lingkungan hidup nonprofit yang fokus pada isu pengelolaan sampah, terutama sampah anorganik laut. Dalam mengelola sampah laut, organisasi yang bermarkas di Bandung, ini membentuk EcoRanger yang di dalamnya terdiri dari 15 aktivis lingkungan.

Baca juga: Beri Akses Pembiayaan UMKM, Menko Airlangga Apresiasi OJK & Perbankan

Wakil Bupati (Wabup) Sugirah menyatakan, pihaknya turut senang banyak pihak yang terus mendukung upaya Pemkab Banyuwangi mengurangi sampah laut. “Terima kasih kepada tim Ecoranger yang terus berkomitmen melakukan pendampingan pengelolaan sampah laut di Banyuwangi. Setelah di Pulau Merah, kini mereka bergeser mendampingi nelayan Pancer,” ujarnya kemarin (12/9).

Wabup Sugirah sebelumnya hadir dalam peresmian program Fishing For Litter (FFL), yakni mengambil sampah di laut pada 7 September 2021 lalu. Program tersebut diresmikan Project Coordinator Greenation Foundation, Nur Almira Rahardian, di Kantor Instalasi Pelabuhan Perikanan Pantai (IPPP) Pancer, Kecamatan Pesanggaran. “Saya salut dengan komitmen mereka yang tinggi terhadap masalah persampahan laut. Kita berharap dengan berkurangnya sampah, ekosistem laut tetap terjaga, sehingga produksi ikan di laut Banyuwangi melimpah,” kata dia.

Di sisi lain, EcoRanger telah melakukan program pengelolaan sampah di kawasan destinasi wisata Pulau Merah dengan melibatkan masyarakat setempat sejak 2018 hingga sekarang. Setelah dua tahun berkiprah, kini mereka mulai mengajak nelayan Pantai Pancer untuk terlibat dalam upaya pembersihan laut. “Ini merupakan upaya mengurangi sampah plastik di laut dan pesisir dengan memberdayakan nelayan. Pancer menjadi pilot project karena di daerah ini sudah ada kelompok nelayan yang memulai aktivitas FFL. Jadi kami ingin memperkuat pemberdayaannya,” kata Almira.

Dalam pelaksanaannya, tim EcoRanger Banyuwangi membina 60 nelayan di Dusun Pancer untuk mengelola sampah. Mulai dari mengajak mereka mengambil dan meminimalkan sampah di laut hingga memilahnya saat di darat. “Kami ajak mereka untuk melakukan praktik perikanan yang ramah lingkungan. Misalnya, sampah yang mereka temui saat menjaring  atau memancing ikan harus diambil dan dibawa pulang ke darat. Begitu juga sampah yang mereka hasilkan sendiri, seperti kertas atau plastik pembungkus nasi, pancing, atau jaring bekas, semua harus dibawa ke pulang untuk dipilah dan dikelola,” kata Almira.

Sampah yang mereka hasilkan kemudian dimasukkan ke dropping point, ditimbang oleh tim EcoRanger, selanjutnya diangkut dan dikelola di Sentra Kelola Sampah di kawasan destinasi wisata Pulau Merah yang letaknya tak jauh dari Dusun Pancer.

“Nanti setiap bulan akan ada insentif bagi kelompok yang menghasilkan sampah paling banyak. Insentif ini bisa mereka kelola untuk kesejahteraan bersama. Sehingga kegiatan ini juga memberikan nilai ekonomis bagi nelayan. Ini reward untuk mereka yang telah berkontribusi mengurangi sampah di laut dan pesisir,” kata Almira.

Mereka juga akan dibekali pelatihan terkait kelembagaan, mulai pembentukan kelompok, cara membuat laporan, hingga rencana anggaran biaya (RAB). “Harapannya kelompok ini bisa menjadi embrio Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang jelas legalitasnya, sehingga para nelayan bisa mudah mengakses program-program dari pemerintah,” imbuhnya.

Program ini disambut baik oleh para nelayan Pancer, salah satunya Efendi. Dia mengaku sangat antusias dengan program pengurangan sampah tersebut. “Dengan senang hati akan ikut membersihkan laut dari sampah. Karena saya ingin Pancer tetap bersih,” pungkasnya.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya