Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Ekonomi Bisnis
icon featured
Ekonomi Bisnis
Ragam Keripik, Kerupuk, dan Rempeyek

Kerupuk Lidah Buaya Bermanfaat untuk Pencernaan

13 September 2021, 17: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BERKHASIAT: Meski tampilannya biasa, kerupuk ini terbuat dari tanaman lidah buaya.

BERKHASIAT: Meski tampilannya biasa, kerupuk ini terbuat dari tanaman lidah buaya. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Tanaman ini dikenal kaya manfaat. Selain bisa untuk mengurangi ketombe dan melembapkan kulit, lidah buaya ternyata bisa dimanfaatkan menjadi kerupuk.

Bagi penikmat camilan, tidak ada salahnya mencoba kerupuk lidah buaya. Rasanya gurih dan bisa menjadi peluang usaha baru. Seperti dilakukan Pinisri, 56, warga Dusun Sragi Tengah, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Cara pembuatan kerupuk lidah buaya ini juga tidak memerlukan peralatan dan bahan yang rumit. Yang dibutuhkan hanya lidah buaya yang sudah dibersihkan dan diambil bagian dagingnya, tepung tapioka, garam, air, dan penyedap rasa. ”Lidah buaya yang diambil minimal sudah berusia tiga bulanan,” ujar Pinisri.

Baca juga: Keripik Talas; Rasanya Renyah tanpa Bahan Kimia

Cara pengolahannya, daging lidah buaya cukup diblender hingga halus. Selanjutnya daging lidah buaya yang halus itu dicampur dengan tepung dan garam, dengan perbandingan yang disesuaikan. Selanjutnya adonan tersebut dikukus hingga mengeras.

Untuk menghilangkan kandungan air, adonan yang sudah mengeras tersebut dijemur di bawah terik matahari antara tiga sampai empat jam. Adonan yang telah diiris atau dibentuk sesuai keinginan pun siap digoreng. ”Pembuatan kerupuk lidah buaya ini sederhana dan bisa dilakukan siapa pun di rumah,” katanya

Pinisri mengakui ada kendala utama dalam pembuatan kerupuk lidah buaya. Pasalnya, proses pembuatan camilan itu sangat tergantung panas sinar matahari. Sementara itu, kawasan Kecamatan Songgon merupakan kawasan di ketinggian yang kerap mendung dan turun hujan. Tanpa terik matahari, adonan kerupuk tidak akan maksimal keringnya. Untuk mengatasinya, dia pun memanfaatkan bantuan oven.

Kerupuk lidah buaya bukan camilan biasa, mengingat lidah buaya juga kaya akan manfaat bagi kesehatan dan organ pencernaan. Kerupuk ini disebut-sebut cocok dikonsumsi bagi orang yang kerap mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar (BAB). ”Bagaimana produk yang saya buat ini juga bermanfaat untuk tubuh setelah dikonsumsi. Lidah buaya ini dari literatur yang saya baca kaya akan manfaat, termasuk untuk kulit dan pencernaan,” jelas ibu dua anak ini.

Meski berguna bagi kesehatan pencernaan, namun bukan berarti kerupuk lidah buaya hanya khusus dikonsumsi bagi penderita sembelit saja. Semua orang boleh mengonsumsinya. Sebab, kerupuk lidah buaya akan memiliki khasiatnya jika dalam proses pembuatan tidak dicampur bahan kimia seperti pengawet atau pewarna.

Karena bukan sekadar camilan biasa, kerupuk lidah buaya memiliki nilai jual tersendiri. Satu bungkus dijual dengan harga Rp 10 ribu. Bahan baku lidah buaya cukup melimpah di Kecamatan Songgon. ”Semoga bisa menginspirasi banyak orang, untuk memulai usaha dari hal kecil dengan memanfaatkan bahan tanam-tanaman di sekeliling kita,” pungkas Pinisri. 

(bw/ddy/rbs/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya