Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Diduga Tilep Dana Desa Rp 400 Juta, Kades dan Sekdes Paowan Ditahan

13 September 2021, 12: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TERSANGKA KORUPSI: Kades dan Sekdes Paowan digelandang ke rumah tahanan (Rutan) Situbondo, Jumat (10/9) kemarin.

TERSANGKA KORUPSI: Kades dan Sekdes Paowan digelandang ke rumah tahanan (Rutan) Situbondo, Jumat (10/9) kemarin. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Kepala Desa (Kades) dan Sekretaris Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Saiful Hady dan Mohammad Faisol dijebloskan ke sel tahanan Rutan Situbondo, kemarin (10/9). Keduanya diduga kuat melakukan korupsi  dana desa bagi hasil pajak (BHP) dan jaring pengaman sosial serta program rumah tidak layak huni di tahun anggaran 2020. Dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan mencapai Rp 400 juta lebih.

PLT Kasubsi Penyidik Kejaksaan Negeri (kejari) Situbondo, Fitra Teguh N menerangkan, dugaan korupsi yang dilakukan Kades dan Sekretaris Desa Paowan berawal saat tahun 2020 mendapatkan bantuan Dana Desa sebesar kurang lebih Rp. 1,086 miliar.  Dana itu bersumber dari APBN. “Dana Desa Paowan Tahun Anggaran 2020 telah masuk ke Kas Desa seluruhnya, seratus persen, melalui Rekening Bank Jatim Nomor 0290200498 An. Kas Pem DS Paowan,” terangnya.

Disebutkan, dalam membentuk atau menetapkan PKPKD (Pemegang kekuasan, pengelolaan, keuangan daerah), Kepala Desa Paowan tidak mengadakan musyawarah. Namun, disesuaikan dengan tugas para kaur dan kasi masing-masing. Sedangkan kegiatan fisik terkait Dana Desa ditugaskan kepada para kepala dusun di wilayah Desa Paowan. 

Baca juga: Angin Kencang Rusak Rumah Markacung

“Namun Kepala Desa tidak menyerahkan keuangan Dana Desa kepada pelaksana kegiatan. Sehingga Pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan Dana Desa (DD) Desa Paowan Tahun Anggaran 2020,  tidak bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik,” ungkap Fitria.

Perbuatan dua tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara senilai Rp 430 juta. Angka itu berdasar laporan hasil perhitungan kerugian negara atas dugaan penyelewengan dalam pengelolaan keuangan pemerintahan Desa Paowan, Kecamatan Panarukan Nomor : X.700/1528/431.306.6/2021 tanggal 09 September 2021.

“Makanya kita melakukan penahanan terhadap tersangka Saudara Saiful Hady dan Mohammad Faisol selaku Perangkat Desa Paowan. Keduanya diduga menyalahgunakan dana desa tahun anggaran 2020. senilai kurang lebih Rp 400 juta,” terang Fitria.

Disebutkan, dua perangkat desa tersebut melakukan tindakan korupsi dengan menyalahgunakan  anggaran jalan, pembangunan rumah tidak layak huni, serta pembentukan Bumdes tidak dilaksanakan. ”Sehingga, kedua tersangka pantas  untuk menjalani hukuman. Untuk temuan lainnya kami masih meminta dari inspiktorat Kabupaten Situbondo,” pungkas Fitria. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya