Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Dorong Diversifikasi Konsumsi Pangan Lewat Fepanora

13 September 2021, 07: 08: 57 WIB | editor : Bayu Saksono

Foto A DIVERSIFIKASI PANGAN: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan saat aneka kreasi olahan makanan berbahan dasar non beras di Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi pada (9/9)

Foto A DIVERSIFIKASI PANGAN: Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setiawan saat aneka kreasi olahan makanan berbahan dasar non beras di Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi pada (9/9) (Ramada Kusuma/RaBa)

Share this          

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Festival Pangan Non Beras (Fepanora) yang digeber Pemkab Banyuwangi menuai sukses ganda. Bukan hanya mempercepat pemahaman masyarakat tentang konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA), ajang tersebut juga mendorong konsumsi pangan berkualitas dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

      Fepanora 2021  mengangkat tema Penganekaragaman Pangan untuk Kesejahteraan Masyarakat (PPKM) merupakan salah satu upaya Pemkab Banyuwangi untuk melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan dengan mengubah pola konsumsi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat mengonsumsi lebih banyak ragam pangan yang menjadikan kualitas gizi lebih baik.

      Pada festival  digelar di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi pada 8-9 September lalu tersebut, para peserta menyajikan ragam makanan dan kudapan dengan bahan dasar berasal dari tanaman pangan non beras. Ada kwetiau porang, puding cake ubi ungu, rendang jantung pisang, sushi gaplek sidat, buntel ikan nila, puding labu, hingga pasta singkong.

Baca juga: Airlangga Apresiasi Akses Pembiayaan bagi UMKM dan Sektor Informal

      Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Fepanora merupakan bagian dari program peningkatan ketahanan pangan. Masyarakat diberi edukasi agar mengolah lebih banyak ragam jenis karbohidrat non beras. “Ternyata di festival ini banyak bahan pangan lain yang diolah dan menjadi enak di lidah,” ujarnya.

Ipuk mengatakan, festival ini juga bentuk dukungan pemkab terhadap program diversifikasi pangan  dilakukan Kementerian Pertanian sejak 2020 lalu. “Saya lihat banyak sekali menu-menu baru yang dibikin dari tanaman pangan hasil budi daya warga. Ada yang dari singkong, ubi, labu, dan masih banyak lagi. Semuanya bisa kita tanam di sekitar pekarangan kita. Saya harap menu ini bisa diterapkan sehari-hari jadi agar pangan kita lebih beragam,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan menambahkan, festival ini digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bareng Tim Penggerak PKK Banyuwangi. “Pesertanya adalah tim PKK dari 25 kecamatan se-Banyuwangi,” jelas Arief.

Maksud dan tujuan penyelenggaraan Fepanora adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan non beras yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. Juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam penerapan prinsip pangan non beras yang beragam, bergizi seimbang, dan aman. “Tujuan lain adalah mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan atau menciptakan menu berbasis sumber daya lokal,” terangnya.

Dalam festival tersebut disajikan aneka kreasi olahan makanan berbahan dasar non beras yang sangat menarik. Seperti menu Sushi yang dikreasikan tim PKK Kecamatan Licin. Makanan khas Jepang tersebut dibikin dari paduan tepung gaplek (singkong yang dikeringkan), labu siam, wortel, labu kuning yang dicampur dengan daging ikan sidat.

Sushi tersebut lantas disajikan bersama wasabi dari kecombrang, saos hitam dari keluwek, serta sambal markisa.Selain itu, ada pula selimut sayur, pasta ubi yang dikombinasikan dengan baso sapi dan saus kacang merah. Berbagai kreasi minuman juga ada, seperti teh bunga telang, jus kemerdekaan, dan masih banyak lainnya. Berbagai menu tersebut dinilai oleh juri yang berkompeten dari persatuan chef profesional Indonesia, ahli gizi, praktisi gizi pangan olahan.

(bw/sgt/rbs/JPR)

 TOP
Artikel Lainya