Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Sports
icon featured
Sports

Tampil di PON Papua, Yudi Ingin Kalahkan Zohri

12 September 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Yudi Dwi Nugroho dan Dedi Irawan

Yudi Dwi Nugroho dan Dedi Irawan (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pelari asal Banyuwangi, Yudi Dwi Nugroho, mungkin menjadi satu-satunya atlet asal Banyuwangi yang sudah melewati lebih dari dua edisi PON. Tahun ini, pria asal Desa Jelun, Kecamatan Licin, itu akan kembali turun di nomor sprint 100 meter, 200 meter, dan estafet pada gelaran PON Papua bulan Oktober mendatang.

Meski bukan menjadi ajang pertama baginya, Yudi tetap akan memasang target tinggi di event empat tahunan itu. Yudi menceritakan, perjalanannya menjadi sprinter level nasional berawal dari perjuangan yang tidak mudah. Awal karirnya dimulai sejak masih duduk di bangku SMP. Sejak SD, Yudi memang sudah sering mengikuti lomba lari di tingkat kabupaten. Namun prestasinya masih dibilang angin-anginan.

Tujuh bulan jelang Porprov 2009, dia sempat melihat banyak atlet lari yang sedang berlatih di GOR Tawangalun. Yudi memberanikan diri menemui pelatih PASI Banyuwangi saat itu, Slamet Mulyo. Yudi terang-terangan ingin menjadi bagian dari atlet Porprov.

Baca juga: Pemkab Situbondo Perpanjang Pendaftaran Lelang Jabatan Terbuka

Kala itu, pelatih tak langsung menerima Yudi. Dia menantang Yudi untuk mengalahkan salah satu sprinter tercepat di Banyuwangi saat itu. Yudi pun menerima tantangan itu. Dia meminta waktu dua minggu untuk bisa mengalahkan atlet yang digadang oleh pelatih. Dua minggu waktu yang dimiliki Yudi dimanfaatkannya dengan berlatih keras.

Hingga saat penentuan tiba, Yudi langsung beradu sprint dengan atlet yang ditunjuk Slamet. Dengan jarak sprint 100 meter, Yudi berhasil mengalahkan atlet tersebut dengan jarak yang cukup lumayan. Sang pelatih pun menepati janjinya. Yudi menjadi bagian dari kontingen Banyuwangi yang berlaga di Porprov Jatim tahun 2009 di Kediri. ”Waktu itu saya dipandang sebelah mata. Tapi akhirnya saya bisa membayar kepercayaan pelatih. Tujuh bulan saya berlatih keras untuk tampil di Porprov,” kata Yudi.

Ketika pertandingan lari di Porprov digelar, Yudi mampu menutup mulut-mulut yang sempat meragukannya. Yudi menggondol 4 medali sekaligus. Dua emas, satu perak, dan satu perunggu dibawanya pulang untuk Banyuwangi. Setelah event itu, karir Yudi terus menanjak.

Di ajang PON tahun ini, Yudi mengaku masih memiliki target yang dipendam cukup lama. Dia ingin mengalahkan sprinter asal NTB, Lalu Muhammad Zohri . Jika tidak bisa di kelas sprinter, putra dari pasangan Siswo Harioko dan Sugiati itu menargetkan bisa mengalahkan Zohri di kelas estafet. ”Itu menjadi target pribadi saya, dan kalau bisa saya masih bisa tampil di satu event PON lagi. Sekarang saya sudah bisa beli vitamin, tidak makan nasi kecap lagi,” kelakar Yudi sambil tersenyum.

Selain Yudi, Banyuwangi sebenarnya masih memiliki beberapa nama lagi yang masuk kontingen PON Jatim dari cabor atletik. Mereka adalah Dedi Irawan, Haris Halim S., Yudi Dwi Nugroho, dan Nikmatul Nafiah. Namun, sebagian besar masih belum sempat kembali ke Banyuwangi. Hanya Dedi Irawan yang sempat kembali ke Banyuwangi di tengah masa pemusatan latihan.

Dedi merupakan atlet lompat galah jebolan Banyuwangi. Meskipun sejak di bangku SMA Dedi lebih banya bermukim di Jakarta, namun pemuda asal Desa Kembiritan itu dulunya pelari maraton sejak masih duduk di bangku SDN 2 Kembiritan. Bakatnya dilihat oleh pelatih dari Smanor Sidoarjo. Dedi kemudian disarankan untuk berpindah ke nomor pertandingan lompat galah karena bakatnya justru terlihat di sana.

Dedi kemudian memilih menjadi atlet lompat galah. Hasilnya pun tak mengecewakan. Di Porprov tahun 2009, Dedi membawa pulang medali emas untuk Banyuwangi. Setelah itu, Dedi pun diminta Pelatnas untuk mempertajam kemampuannya. Praktis Dedi tak lagi bisa membela Banyuwangi di ajang provinsi karena levelnya dianggap sudah berada di tingkatan nasional.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya