Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Travelling
icon featured
Travelling

15 Destinasi Wisata Resmi Dibuka, Kawah Ijen Masih Sepi

12 September 2021, 07: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

BUKA TEPAT WISATA: Bupati Ipuk Fiestiandani dan jajaran Satgas Covid-19 melepas tukik di Pantai Cemara sebagai awal dibukanya 15 destinasi wisata di Banyuwangi.

BUKA TEPAT WISATA: Bupati Ipuk Fiestiandani dan jajaran Satgas Covid-19 melepas tukik di Pantai Cemara sebagai awal dibukanya 15 destinasi wisata di Banyuwangi. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Sektor pariwisata mulai bangkit lagi. Setelah berada di PPKM Level 2, Pemkab Banyuwangi mulai memberikan angin segar kepada kemajuan pariwisata. Mulai kemarin (10/9) sejumlah destinasi wisata unggulan sudah diizinkan buka.       

Pembukaan destinasi wisata secara simbolis kemarin dimulai dari Pantai Cemara yang terletak di Kelurahan Pakis, Banyuwangi. Pembukaan ditandai dengan pelepasan seratus tukik (anak penyu) oleh Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Forpimda dan pengurus Pokdarwis serta pengelola tempat wisata.

Ipuk berharap semua pengurus Pokdarwis dan pengelola wisata bisa bersama-sama mematuhi ketentuan yang ada di surat edaran Satgas Covid- 19 dan protokol kesehatan. Pembukaan tempat wisata ini tak hanya berlangsung sesaat. Evaluasi  berlangsung setiap pekan. Status dibuka dan tidaknya tempat wisata tergantung bagaimana kedisiplinan dari pengelola.

Baca juga: Difasilitasi Siswa Hingga SMA, Yang Ingin Kuliah Diarahkan ke Beasiswa

”Jika semua disiplin, kita bisa merasakan manfaat turunya level PPKM lebih lama, dan tentunya semua bermanfaat untuk masyarakat,” kata Ipuk.

Meski mengizinkan pembukaan beberapa destinasi wisata, untuk wisata kolam renang belum boleh beroperasi. Mengacu Instruksi Mendagri, kolam renang masih menjadi tempat yang dianggap memancing kerumunan banyak orang. Untuk sementara destinasi yang dibuka adalah tempat wisata unggulan dan tempat kuliner.

Pemerintah tetap bekerja keras untuk bisa menjadi daerah dengan zona PPKM Level 1. Pemkab bersama TNI, Polri, dan masyarakat bersama-sama menjaga agar perkembangan status Covid-19 tetap terkendali. ”Semua tergantung kondisi di lapangan. Kita berharap dengan dibukanya tempat wisata, masyarakat tetap mengendalikan diri agar status PPKM kita bisa turun di Level 1,” kata Bupati Ipuk.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Muhamad Yanuar Bramuda menambahkan, tahap awal ada 15 destinasi utama yang dibuka. Pembukaan ini mengacu daftar yang telah diserahkan kepada Kementerian Kesehatan.

Ke-15 destinasi wisata tersebut adalah Kawah Ijen, Pulau Merah, Alas Purwo, De Djawatan, Kali Sawah, Pantai Marina Boom, Pantai Mustika, dan Pantai Grand Watudodol (GWD). Selanjutnya  Bangsring Underwater, Jopuro, Goa Sodong, Pantai Cemara, Pulau Santen, Kalibendo, Pinus Songgon, Pantai Cacalan, Puncak Asmoro, Taman Gandrung, Seruni, dan Akbar Zoo. ”Kita usulkan destinasi penggerak dulu, baru nanti secara bertahap destinasi penyangga,” jelas Bramuda.

Di luar 15 destinasi tersebut, pengelola wisata yang lain diminta melakukan persiapan. Tentunya jumlah kuota pengunjung harus di bawah 25 persen. Selama pembukaan destinasi wisata, Disbudpar akan terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan. Seperti penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk memastikan pengunjung sudah divaksin.

Syarat lainnya, kata Bramuda, pembatasan tiket secara online. Ini untuk memastikan jumlah pengunjung tidak melebihi ketentuan.

Bramuda memprediksi pengunjung destinasi baru akan mulai ramai pada weekend (Sabtu-Minggu). ”Target kami sebetulnya lebih kepada quality tourism. Yang terpenting adalah kontinuitas dari pengunjung tempat wisata. Kita buka Jumat, baru ramai pada weekend nanti. Para pengelola wisata saat ini lebih mengemas kepada program paket-paket wisata,” terangnya.

Ketua Asosiasi Pokdarwis Abdul Azis menambahkan, para pengelola wisata siap menerapkan aturan sesuai dengan surat edaran satgas. Berhubung scan barcode dari Kemenkes belum tiba, pihaknya akan menggunakan pengecekan manual dengan kartu vaksin. Bagi pengunjung yang tidak memiliki bisa memeriksa melalui NIK.

Untuk membatasi pengunjung sebanyak 25 persen, pengelola wisata menerapkan sistem e-Ticket. Dari sistem ini, jumlah pengunjung yang masuk bisa terpantau. Meski tak membeli tiket secara online, petugas bisa memastikan sirkulasi kuantitas pengunjung dengan e-Ticket tersebut. Nantinya kapasitas pengunjung di dalam tempat wisata tetap maksimal 25 persen dari total yang disediakan. ”Saya sempat mewacanakan untuk menaikkan harga tiket. Semua destinasi wisata memasang tarif yang sama, yaitu Rp 10.000. Selain untuk membatasi pengunjung, keseragaman harga tiket bisa mendongkrak pemasukan,” kata Azis.

Sementara itu, meski sudah dibuka, sejumlah tempat wisata masih sepi pengunjung. Destinasi wisata Kawah Ijen misalnya. Berdasarkan laporan  petugas BKSDA, tempat wisata yang menonjolkan blue fire itu masih minim kunjungan. Ijen mulai dibuka sejak hari Kamis (9/9) pukul 15.00. Ketika dibuka, jumlah wisatawan yang datang hanya lima pengunjung.

Kepala TWA Ijen Sigit Haribowo memprediksi wisatawan baru akan masuk pada Sabtu malam. ”Kuota kita per hari disepakati maksimal 150 orang, kemungkinan baru ramai pada saat weekend. Untuk penyedia jasa troli juga belum seramai sebelumnya,” kata Sigit.

(bw/fre/aif/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya