Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features
Cerita Anak-Anak PPSAA Situbondo

Difasilitasi Siswa Hingga SMA, Yang Ingin Kuliah Diarahkan ke Beasiswa

11 September 2021, 17: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

RELIGIUS: Puluhan anak asuh berada di Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuh Anak (PPSAA) Situbondo mengikuti bimbingan rohani.

RELIGIUS: Puluhan anak asuh berada di Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuh Anak (PPSAA) Situbondo mengikuti bimbingan rohani. (Marjono/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Puluhan anak asuh berada di Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuh Anak (PPSAA) Situbondo, di Jalan Anggrek Situbondo. Berasal dari keluarga tidak mampu. Meski demikian, Mereka tetap memiliki harapan besar agarbisa memberikan kebahagiaan bagi orang tuanya.

Ratih, salah satu pekerja sosial di PPSAA Situbondo, mengaku bekerja sebagai pengasuh anak membutuhkan kesabaran. Terutama dalam mendidik dan membina. Sebab, mereka masih membutuhkan pembinaan mental, kedisiplinan dan kasih sayang.

"Nyatanya masih  banyak anak-anak yang perlu bantuan, dan Alhamdulillah mereka mau untuk dididik. Selain itu, kami sudah banyak mencetak anak-anak yang berprestasi. Kita tetap berusaha bagaimana anak-anak binaan PPSAA ini, yang jelek kita usahakan menjadi baik, yang baik agar menjadi lebih baik lagi," terang Ratih

Baca juga: Tak Kunjung Dinikahi Resmi, Istri Muda Lurug Anggota DPRD

Dia menuturkan, mendidik anak asuh mulai usia Sekolah Dasar (SD) hingga SMA. "Kebetulan sekarang di sini ada yang masih SD, memang anak-anak di usia itu masih butuh arahan, butuh pendampingan dari kami selaku pengasuh anak, kita anggap anak sendir, tidaki merasa itu anak orang," tuturnya.

Harapannya, anak-anak itu lebih baik lagi di sekolah. Contohnya Makkiyah. Dia benar-benar ingin membahagiakan orang tua. sehingga, melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. “Selain kita maskimalkan pembelajaran dan kita dampingi terus, kita komunikasikan dengan guru-guru di sekolah. Kita pantau terus perkembangannya dengan harapan bisa melanjutjan kuliah dengan program bidik misi,” imbuh Ratih.

Dia menegaskan, PPSAA hanya memfasilitasi pendidikan anak asuh hingga SLTA. Selebihnya terserah yang bersangkutan. Jika anak tersebut masih menginginkan pelatihan-pelatihan, maka akan diarahkan. Begitu juga jika ingin melanjutkan kuliah, maka akan diarahkan dengan program bidik misi atau beasiswa lainnya.

Anang Dwi Priambodo, Kepala UPT PPSAA Situbondo, mengatakan pelayanan kepada anak asuh menjadi tanggung jawabnya. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan. Pagi hari sebelum beraktivitas dilakukan cek kesehatan. Selanjutnya anak dikonsentarikan untuk belajar dan kegiatan ektrakulikuler. Di antaranya kegiatan olah raga bela diri, bola voly.

Selain itu, ada juga kegiatan keagamaan. Sedangkan kegiatan malam hari difokuskan les matematika dan Bahasa Inggris. "Harapannya agar membuat anak bisa mandiri sehingga setelah usia dewasa dan lulus sekolah bisa bekerja, jadi pendidikan saat ini adalah modal bagi mereka," imbuh Anang.

Makkiyah, remaja adal Kecamatan Besuki menuturkan, sejak 2017 dirinya sudah tinggal di PPSAA Situbondo. Perempuan 16 tahun itu bersyukur bisa diterima di PPSAA. Sebab, keluarganya memang dari kalangan tidak mampu.

"Saat ini saya sudah kelas XI di SMAN 2 Situbondo, dan semua itu ditanggung pemerintah, jadi gak usaha  mikir biaya. Tugas saya hanya berlajar dan belajar untuk meraih prestasi yang ingin dicapai. Selain itu untuk membahagian orang tua serta mengurangi beban orang tua" ungkap Makkiyah. (jon/pri)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya