Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features

Kisah Mbah Har, 30 Tahun Tetap Setia Jadi Pengisi Ulang Korek Api

11 September 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

ISI MINYAK KOREK: Suharsono melakukan pengisian korek bensol di Pasar Mimbaan Baru Situbondo.

ISI MINYAK KOREK: Suharsono melakukan pengisian korek bensol di Pasar Mimbaan Baru Situbondo. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Suharsono, warga Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan bertahan membuka layanan jasa isi ulang korek api gas di Pasar Mimbaan Baru, Panji. Jika keadaan ramai, dia masih bisa mendapatkan uang hingga Rp 100 ribu.

Usianya sudah 69 tahun. Namun, Suharsono tetap giat bekerja. Menekuni usahanya yang sudah 30 tahun dijalani. Yakni, isi ulang korek api gas di Pasar Mimbaan Baru. Bagi pria yang akrab dipanggil Har tersebut, pekerjaan itu cukup santai. Tidak berat dan sangat ringan. Meski demikian, tetap bisa mendapatkan keuntungan yang bagi dia, nilainya dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain isi ulang korek api gas, Kakek Har juga menjual mainan anak-anak dan rokok eceran. Hal itu di lakukan agar pendapatannya bertambah. Dalam sehari, dia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 100 ribu jika keadaan ramai. Namun sejak pandemi penghasilannya Rp 50 – 80 ribu  sehari.

Baca juga: Kerap Dirugikan, Perempuan Sebaiknya Jangan Mau Dinikahi Secara Sirri

Kakek Har sudah banyak memiliki pelanggan. Itu buah dari kesetiannya bertahan di pekerjaan tersebut. Tidak jarang warga di sekitar pasar yang menyimpan korek-koreknya yang sudah kosong, datang untuk mengisi gas.

Kakek Har dikenal kreatif. Sebab, tidak semua korek api gas yang ada tempat pengisiannya. Untuk mengakali itu, dia menggunakan jarum untuk melubangi korek sebagai tempat memasukkan gas. “Jadi kalau ada korek yang di belakangnya ada jarumnya, itu pasti sudah diisi ke saya. Cara itu hanya saya yang punya,” imbuhnya.

Selain jasa ulang pengisian korek api gas, Kakek Har juga bisa memperbaiki korek yang rusak.  “Banyak orang yang membetulkan korek–korek kesayangannya pada saya. Tadi saja saya sudah betulin 15 korek milik pelanggan,” jelasnya.

Meski tak sebanyak di awal-awal tahun kemunculan korek api gas, Kakek Har bersyukur karena hingga kini masih ada warga yang mengisi ulang korek api gas. Dalam sehari, dia bisa menghabiskan satu kaleng gas. “Satu kaleng itu bisa mengisi 60 korek api,” ungkapnya kemarin (9/9).

 Tarif pengisian satu korek api ukuran kecil Rp 1000. Untuk korek ukuran besar Rp 2 ribu. Sehingga penghasilan dari satu kaleng gas Lobinhot Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu. “Dulu sebelum pandemi biasanya bisa habis dua kaleng gas dalam sehari. Sekarang Cuma satu kaleng,” beber Kakek Har.

Penghasilan dari melayani jasa isi ulang korek api gas, kata Kakek Har, bisa untuk mencukupi membiayai kehiduan anak dan keluarganya. (mg3/pri)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya