Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Keluarga Sakinah di Kala Wabah

Oleh: Fathur Rahman*

10 September 2021, 13: 54: 18 WIB | editor : Ali Sodiqin

Keluarga Sakinah di Kala Wabah

Share this          

SEJAK awal wabah pandemi covid-19, sebagian masyarakat lebih banyak menjalani kehidupan sehari-hari di dalam rumah. Hampir sepanjang waktu bersama dengan keluarga. Sedangkan sebagian aktivitas menjadi terganggu. Ruang dan waktu terasa sempit. Keluar masuk rumah tanpa tahu apa yang harus dilakukan, sehingga aktivitas rutin menyebabkan kejenuhan.

Jenuh bisa menyebabkan rasa bosan dan berujung tidak kerasan di rumah. Akibatnya mencari jalan pintas, yaitu melakukan aktivitas di luar rumah.  Kegiatan mendekati kerumunan terjadi, padahal seharusnya dihindari di suasana wabah. Di sisi lain, anak-anak merasa bosan dan asing di rumah sendiri. Mereka butuh teman dekat yang bisa diajak belajar dan bermain bersama-sama.

Pada era digital saat ini, kecenderungan mereka yang biasa akrab dengan hand phone, dapat memanfaatkan gawai untuk menghilangkan kejenuhan. Akan tetapi masih memerlukan pendampingan orang tua, agar konten yang dilihat dapat difilter; hal-hal yang negatif agar tidak dikonsumsi oleh anak-anak kita.

Baca juga: Yamaha Peduli Masyarakat, CSR Tabung Oxigen, Donasi Alkes dan Sembako

Hal positif yang bisa mendekatkan orang tua dengan anak di media digital adalah pendampingan pembelajaran di sekolah dengan cara daring. Hal ini akan menambah keakraban di antara anggota keluarga. Namun di sisi lain hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Di antaranya ada orang tua yang lelah setelah pulang kerja, ketika sampai di rumah membutuhkan waktu istirahat. Ia akan merasa “diganggu” oleh anak yang butuh pendampingan sekolahnya secara daring.

Dalam menyikapi hal ini dibutuhkan strategi jitu agar semua anggota keluarga merasa nyaman dalam menghadapi wabah covid-19 ini. Bagi masyarakat muslim, suasana wabah akan memperkuat keakraban di antara rumpun keluarga dalam komunitas terkecil yaitu rumah tangga. Mereka bisa saling asah, saling asuh; karena komunikasi langsung di antara mereka akan lebih mudah dalam mengajarkan doktrin keimanan dan pengamalan agama. Sehingga pesan lebih mudah untuk disampaikan orang tua kepada anak-anaknya.

Peran Keluarga Sakinah

Ciri keluarga sakinah sebagaimana yang sudah tertuang dalam Buku yang diterbitkan oleh Subdit Bina Keluarga Sakinah Kementerian Agama adalah keluarga yang berdiri di atas fondasi keimanan yang kokoh, menunaikan misi ibadah dalam kehidupan, menaati ajaran agama, saling mencintai dan menyayangi, saling menjaga dan menguatkan dalam kebaikan serta kompak dalam mendidik anak.

Dari ciri tersebut, jika sebuah keluarga sudah dibangun di atas keimanan yang kokoh dan taat dalam menjalankan perintah agama, maka pada masa pandemi atau wabah yang serba sulit sekarang ini, akan bisa dilalui dengan baik. Karena satu dengan yang lainnya akan saling menyayangi, saling menguatkan dan kompak dalam mendidik anak.

Kekuatan Islam pada dasarnya ada pada komunitas terkecil yaitu rumah tangga. Di mana semua anggota keluarga selalu melakukan pengamalan keagamaan yang akan menjadikan dan menguatkan keyakinan semakin mantap.

Sebagai contoh adalah, sahabat nabi dari golongan Anshor, di mana setelah perang dengan membawa ghanimah atau harta rampasan perang yang begitu banyak dan setelah dibagi oleh Rasulullah SAW, mereka mendapatkan bagian yang sedikit bahkan tidak mendapatkan bagian apa pun. Namun mereka tetap menerima karena tidak ada yang bisa dinilai dari kecintaan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Menghadapi wabah korona di dalam lingkup rumah tangga, tentunya tidaklah harus mengesampingkan imbauan pemerintah dan fatwa ulama, tentang cara untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Selain upaya medis dan langkah-langkah preventif dalam bentuk sosial atau physical distancing, menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir.

Juga yang tak kalah penting, bagaimana rumah tangga menciptakan usaha-usaha sakinah yaitu dengan mempraktikkan keimanan dan amal saleh dalam rumah tangga.

Pelajaran yang dapat dipetik dari wabah covid-19 di tengah keluarga sakinah harus diartikan sebagai keharusan pendekatan diri kepada Allah SWT. Dengan mengedepankan pikiran positif dalam memandang wabah covid-19. Virus ini adalah cobaan hidup sekaligus peringatan agar kita selalu sadar atas kebesaran dan kuasa Allah SWT.

Selalu menjaga melaksanakan amal saleh seperti membaca Alquran dan zikir yang rutin serta salat malam, akan bisa membekas dalam jiwa dan pikiran kita. Terapi Asma Allah dan irama bacaan Alquran dapat dilakukan. Bacaan Alquran secara psikologis akan menjadikan kekuatan yang mempengaruhi alam bawah sadar kita untuk selalu berserah pada-Nya. Sebagaimana yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW dalam satu hadits yang berbunyi “Terangilah rumah-rumahmu dengan salat dan membaca Alquran”.

Anjuran Baginda Rasulullah SAW yang tertuang dalam sunah-sunah beliau juga tecermin dari sebuah keluarga yang dibangun dengan fondasi keimanan dan pengamalan agama yang kuat. Kebiasaan membasuh tangan sebelum makan, makan dan minum dengan duduk, menggunakan tangan kanan dan juga akan memulai aktivitas dengan membaca doa terlebih dahulu merupakan akhlak yang mulia.

Dengan mempraktikkan sunah Rasul di rumah, akan menciptakan suasana yang tenang dan damai. Hal inilah yang diistilahkan dengan sebutan sakinah. Keluarga sakinah ini akan menghadirkan ketenangan seperti surga yang akan dijanjikan oleh kelak oleh Allah SWT bagi yang menjalankan takwa dan keimanan yang kuat.

Rumah yang tenang atau sakinah akan selalu membawa kedamaian dan ketenangan. Rumah yang dipagari dengan amal agama, akan senantiasa membentengi semua anggota keluarga dari semua penyakit, termasuk virus corona atau yang dikenal dengan covid-19.

Baiti jannati adalah rumah yang dipakai untuk memperbanyak amal saleh yang mana akan senantiasa memancarkan aura positif yang akan selalu mendapatkan perlindungan dari Allah SWT dari segala penyakit yang ada termasuk virus korona.

Sebuah keluarga sakinah menjadi keniscayaan yang harus diwujudkan. Keluarga mempunyai peran penting di dalam menghadapi wabah ini. Keluarga yang Samara (Sakinah Mawaddah  Warahmah) adalah keluarga yang sehat dan maslahah, yaitu sebuah keluarga yang akan melahirkan generasi-generasi yang unggul dan ideal. Mampu menjawab tantangan zaman dan keadaan. Semoga kita dimudahkan dalam membangun keluarga samara. (*)

*) Kepala KUA Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya