Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

IDI Buka Layanan Konsultasi Warga Isolasi Mandiri

30 Juli 2021, 14: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

dr Yos Hermawan, Ketua IDI Banyuwangi

dr Yos Hermawan, Ketua IDI Banyuwangi (Bayu Saksono/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi membuka layanan konsultasi secara daring kepada warga positif Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). Layanan tersebut dibuka mulai Selasa (27/7) lalu. Warga bisa mengakses layanan tersebut hari Senin–Sabtu setiap pukul 13.00 WIB sampai 14.00 WIB.

Ketua IDI Banyuwangi dr Yos Hermawan mengatakan, setelah di-launching Selasa (27/7), antusiasme masyarakat yang hendak berkonsultasi sangat luar biasa. Banyak pasien yang bertanya seputar keluhan kesehatan hingga yang berkaitan dengan langkah saat menjalankan isolasi mandiri, serta beragam pertanyaan lainnya.

Layanan konsultasi dan telemedicine tersebut, kata dr Yos, didasari situasi terkini di rumah sakit maupun fenomena di masyarakat. Yakni banyak masyarakat kesulitan mencari perawatan di ruang isolasi, belum lagi orang meninggal di rumah saat menjalani isoman, serta makin banyak kasus masyarakat isoman yang harus ditindaklanjuti. Akibatnya, tenaga kesehatan rumah sakit kewalahan dengan banyaknya pasien menumpuk di instalasi gawat darurat (IGD).

Baca juga: Pemerintah Mendukung dan Mendorong UMKM Go Digital dan Go Global

Melihat fenomena itu, imbuh dr Yos, IDI Banyuwangi tidak bisa tinggal diam dan berinisiatif menggerakkan anggota IDI untuk membantu orang-orang yang menjalani isolasi mandiri dengan harapan bisa lebih termonitor dan terpantau kondisi kesehatannya. ”Harapannya tidak ada lagi pasien telantar dan dirujuk ke rumah sakit dalam kondisi yang berat atau parah,” ungkapnya.

Sementara ini, baru ada 10 dokter umum dan delapan dokter spesialis sebagai konsultan anggota IDI yang bersedia untuk memberikan layanan konsultasi tersebut. Untuk mengakses layanan ini masyarakat cukup menghubungi 10 nomor kontak yang tercantum dalam pamflet layanan. Setelah itu, warga memperkenalkan diri sesuai KTP melalui pesan WhatsApp/WA (tidak menerima telepon dan video call).

Warga kemudian bisa menuliskan keluhannya dengan singkat dan jelas. Dalam memberikan informasi kepada dokter, warga juga harus jujur dan menggunakan bahasa yang jelas. Lalu, warga diminta sabar menunggu pesan dibalas. Pasalnya, untuk sementara layanan tersebut hanya dibuka mulai pukul 13.00–14.00.

Namun, imbuh dr Yos, karena keluhan sakit bisa datang setiap saat dan banyak yang tidak sabar bertanya sejak pagi, maka pihaknya sedang mengupayakan menambah waktu layanan konsultasi. ”Di sisi lain kami juga harus melakukan pelayanan dan tidak boleh mengabaikan tugas-tugas yang lain seperti tugas di puskesmas dan rumah sakit yang sama-sama juga harus kita layani secara proporsional,” jelas Kepala Puskesmas Genteng Kulon, Kecamatan Genteng ini.

Yos mengaku, respons masyarakat terhadap layanan ini sungguh luar biasa dan di luar ekspektasi. ”Makanya sudah saya share ke beberapa teman anggota IDI untuk menambah personel dokter yang melayani konsultasi dengan waktu-waktu yang berbeda sehingga pelayanan ini bisa lebih maksimal dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Apalagi, untuk saat ini konsultasi hanya bisa dilakukan lewat WA. Selama satu jam menjawab lewat WA, mulai banyak dokter yang kewalahan karena harus mengetik dan butuh waktu untuk menjelaskan. Minimal bisa memberikan pencerahan untuk masyarakat agar tidak merasa diabaikan dan didiamkan.

Selama memberikan layanan konsultasi, dokter wajib menjaga kerahasiaan pasien. Kedua belah pihak harus saling menghargai dan menjaga etika dalam hubungan pasien dan dokter. Dengan ini, masyarakat yang ingin konsultasi bebas mengutarakan keluhannya atau yang dirasakan ke dokter yang dipilih.

Dengan peduli terhadap sesama masyarakat, lanjut dr Yos bisa menjadi obat stimulus untuk meningkatkan imunitas. ”Ketika saya jelaskan mereka membalas dan berterima kasih dan mendoakan, ini sinergi baik dengan saling berbagi info serta saling mendoakan,” tandasnya. (ddy/afi/c1)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya