Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Pembeli Oksigen Banyak Salah Paham

29 Juli 2021, 18: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DICARI: Tibyan menunjukkan tabung oksigen yang sudah kosong di tempatnya di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng kemarin (28/7).

DICARI: Tibyan menunjukkan tabung oksigen yang sudah kosong di tempatnya di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng kemarin (28/7). (Shulhan Hadi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Kebutuhan oksigen di masa Covid-19 ini meningkat tajam. Agen oksigen yang melayani kebutuhan warga dan rumah sakit, sampai kewalahan hingga minta tambahan pengiriman.

Salah satu agen oksigen, Tibyan, 52, warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng mengungkapkan, saat ini permintaan oksigen memang meningkat. Di tempatnya, dari jatah pengiriman tiga kali dalam seminggu, stok oksigen untuk medis selalu habis. “Biasanya hanya melayani untuk medis,” terangnya.

Untuk kebutuhan medis, terang dia, biasanya yang menyediakan enam tabung. Dan tabung oksigen itu, terang dia, untuk kebutuhan di mobil ambulans. Tapi saat ini, warga banyak yang membeli tabung oksigen. “Untuk persediaan medis selalu habis,” jelasnya.

Baca juga: BPOM Gerebek Rumah dan Gudang Jamu Pegal Linu

Meski yang mencari tabung oksigen ini meningkat, Tibyan mengaku tidak menaikkan harga. Ukuran satu meter kubik atau tabung kecil yang biasa digunakan keperluan medis, harganya hanya Rp. 70 ribu, sedangkan untuk yang besar ukuran enam  meter kubik, harganya Rp. 150 ribu. “Harga sama, tidak ada kenaikan,” jelasnya.

Masih menurut Tibyan, belakangan ini banyak warga yang datang ingin membeli oksigen. Tapi, tidak paham dengan mekanisme pembelian oksigen. Penjualan oksigen itu umumnya hanya isinya saja, sedang tabungnya milik pembeli dan hanya ditukar. Tapi, banyak warga yang datang tanpa membawa tabung pengganti. Jika persediaan tabungnya diberikan kepada pembeli, siklus di tempatnya bisa terganggu. “Mirip beli air galonan itu, datang bawa tabung sendiri,” jelasnya.

Jika membeli oksigen dengan tabung baru dan perlengkapannya, maka harga yang dikenakan juga tergolong mahal. Dan itu beda dengan membeli isi saja. “Yang baru itu ada alat dorongnya, harganya sekitar Rp.1.3 juta,” jelasnya.

Tapi saat ini, masih kata dia, persediaan barang sangat sulit. Selain itu, harganya juga melonjak hingga Rp. 2.3 juta. Tibyan mengaku kesulitan mencari tabung baru, khususnya untuk keperluan medis.“Kalau oksigennya harga tetap, perlengkapannya yang naik,” jelasnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya