Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

BPOM Gerebek Rumah dan Gudang Jamu Pegal Linu

29 Juli 2021, 17: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

LENGANG: Gudang produksi dan penyimpanan jamu pegal linu Tawon Klanceng di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono disegel BPOM Pusat, kemarin (28/7).

LENGANG: Gudang produksi dan penyimpanan jamu pegal linu Tawon Klanceng di Desa Rejoagung, Kecamatan Srono disegel BPOM Pusat, kemarin (28/7). (Krida Herbayu/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Diduga dipakai tempat produksi dan penyimpanan jamu illegal, dua bangunan di Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, dan satu bangunan di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar disegel Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat pada Selasa malam (27/7).

Selain tidak memiliki izin resmi dari BPOM, gudang jamu pegal linu Tawon Klanceng itu juga tidak mendapat izin dari pemerintah desa setempat. “Gudang itu baru didatangi oleh BPOM Pusat,” terang Kepala Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Sonhaji.

Sonhaji mengaku awalnya mendapat surat dari BPOM. Dalam surat itu, petugas akan memeriksa rumah dan gudang di Dusun Sumberagung, Desa Rejoagung, yang diduga dibuat tempat produksi dan penyimpanan jamu illegal. Selanjutnya, petugas dari BPOM itu diantar ke gudang dan rumah itu. “Kami hanya mengantar petugas mengecek rumah dan gudang yang diduga menjadi lokasi pemyimpanan jamu illegal,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Akan Tindak Pemain Harga Obat

Saat petugas datang, terang dia, beberapa karyawan yang ada di dalam gudang awalnya tidak mengizinkan masuk untuk melakukan pemeriksaan. Petugas tak habis akal, mereka menemukan satu peti botol jamu pegal linu Tawon Klenceng di gudang itu. “Setelah menemukan sampel botol jamu, petugas memaksa masuk ke gudang tersebut,” terangnya.

Para karyawan itu, terang dia, sempat dimintai keterangan oleh petugas BPOM. Mereka mengaku tidak tahu terkait legalitas jamu tradisional tersebut, dan tidak tahu keberadaan pemilik gudang jamu itu. “Para karyawan seperti bungkam, tidak mau menjelaskan produksi dan gudang jamu illegal itu,” cetusnya.

Usai memeriksa dan mengambil sampel barang di rumah dan gudang, petugas BPOM itu meminta semua karyawan pulang dan menyegal gedung itu. Petugas itu, juga menyegel gudang di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar. “Gudang dan rumah disegel semua,” katanya.

Sejak digerebek dan disegel pada Selasa malam (27/7) hingga kemarin (28/7), tidak ada aktivitas di rumah dan gudang penyimpanan jamu tradisional tersebut. “Pemerintah desa tidak tahu ada aktivitas produksi jamu ilegal di lokasi itu, pemilik juga tidak pernah minta izin ke pemerintah desa,” ujarnya.

Rumah dan gudang yang dibuat produksi dan penyimpanan jamu tradisional Tawon Klanceng, itu sebenarnya milik Marsiah, 40, warga Kabupaten Malang. Dari keterangan warga sekitar, rumah itu sudah tidak dihuni sejak dua tahun lalu. Tapi selama ini, di rumah itu ada bongkar muat jamu. Warga juga sering mendapat sembako dan lainnya dari karyawan gudang jamu itu. “Kami sudah menyegal rumah dan gudang di dua desa,” ujar salah satu petugas BPOM Pusat, Tofa.

Menurut Tofa, jamu pegal linu Tawon Klanceng itu diduga belum mengatongi izin edar, dan mengandung bahan kimia. Pemeriksaan lokasi gudang penyimpanan jamu ilegal itu, berdasarkan surat perintah melaksanakan tugas dari Direktur Penyidikan Obat dan Makanan Nomor PD 03.01.64.642.07.21.052. “Untuk selanjutnya masih kami lakukan penyidikan dan pengembangan terkait produsen dan tempat pemyimpanan jamu ilegal itu,” cetusnya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya