Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan
dr Purwanto

Pasien Isolasi Mandiri Tak Perlu Cemas

29 Juli 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

dr Purwanto, Ketua Emergency Medical Trauma (Emt) IDI Wilayah Jawa Timur.

dr Purwanto, Ketua Emergency Medical Trauma (Emt) IDI Wilayah Jawa Timur. (Dedy Jumhardiyanto/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Mayoritas pasien yang menjalani isolasi mandiri (isoman) panik setelah divonis terkonfirmasi Covid-19. Mereka cemas hingga berujung stres. Tidak sedikit dari mereka bingung untuk melangkah. Harus menghubungi siapa, lalu bagaimana tinggal sendirian di rumah, dan siapa yang akan merawat.

Sebagian masyarakat menganggap pasien Covid-19 adalah aib. Belum lagi gencarnya informasi dari media sosial yang malah membikin kalut pasien isoman. Efeknya adalah banyak orang jadi tidak peduli dengan pemutusan mata rantai penularan Covid-19. Mereka tidak jujur dengan cara menyembunyikan informasi status positifnya alias tidak melapor ke petugas puskesmas meski sudah divonis positif.

Baca juga: Tapal Batas Kawah Ijen Seharusnya Jadi Tanggung Jawab Bersama

Parahnya mereka tetap berkeliaran dan tidak mau melakukan isolasi karantina. Ada pula yang  menolak tes swab. ”Mereka merasa malu jika ketahuan tetangganya,” ujar dr Purwanto, tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Paspan.

Dengan munculnya fenomena tersebut, sedikit demi sedikit harus mulai diubah stigma bahwa Covid bukanlah aib, melainkan pandemi yang harus ditangani secara bersama-sama. Mulai sekarang harus muncul kepedulian dengan membantu akses informasi dan komunikasi yang mendukung penanganan Covid.

”Termasuk mendukung sosial mental psikis dengan saling memberikan semangat, saling sapa, saling salam, saling mendoakan, saling silaturahmi meski melalui alat komunikasi dan media dunia maya,” jelas Ketua Emergency Medical Trauma (Emt) IDI Wilayah Jawa Timur ini. (ddy/aif/c1)

(bw/ddy/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya