Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Features
icon featured
Features

Perjuangan si Kembar Greg - Geggy Lolos Bintara Polri, Ini Kisahnya..

29 Juli 2021, 13: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

CITA-CITANYA TERKABUL: Gregorio Aditya Pratama (kanan) bersama Gregory Widya Pradana di Mapolresta Banyuwangi tiga hari lalu.

CITA-CITANYA TERKABUL: Gregorio Aditya Pratama (kanan) bersama Gregory Widya Pradana di Mapolresta Banyuwangi tiga hari lalu. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Seleksi penerimaan Bintara Polri 2021 di Polresta Banyuwangi menjadi keberuntungan bagi dua saudara kembar, Gregorio Aditya Pratama dan Gregory Widya Pradana. Remaja berusia 19 tahun itu akhirnya lolos menjadi Bintara Polri. Duo kembar yang tinggal di Perumahan Brawijaya Regency itu mengaku pernah merasakan kegagalan dalam seleksi Polri tahun lalu.

Kebahagiaan dua saudara kembar Greg dan Geggy tidak terbendung setelah dinyatakan lulus seleksi calon Bintara Polri 2021. Kegagalan tahun lalu  tidak pernah membuat keduanya menyerah. Mereka menjadikan motivasi untuk bisa lulus.

Duo kembar dengan tinggi badannya mencapai 183 sentimeter tersebut berhasil menyisihkan ribuan pendaftar Polri. ”Pernah gagal tahun lalu saat tes psikologi tahap I,” ujar Geggy ditemui di rumah orang tuanya di Perumahan Brawijaya Regency tiga hari lalu.

Baca juga: Sepuluh SD Dijadikan Lokasi Isolasi Terpusat

Kegagalan itu justru membuatnya semakin bersemangat. Anak dari pasangan suami istri (pasutri) Bambang Suprapto dan Happy Oktavia tersebut terus memperbaiki kegagalan yang pernah dialami. Keduanya mempelajari materi tes dari YouTube. ”Paling utama support dari keluarga. Beliau sangat mendukung untuk menjadi anggota Polri,” katanya.

Menjadi seorang polisi merupakan cita-cita Greg dan Geggy sejak kecil. Segala upaya terus dilakukan. Keduanya terus belajar dan melatih diri menyiapkan tes fisik. ”Sudah menjadi cita-cita kami untuk menjadi polisi. Kami ingin membanggakan orang tua, bangsa, dan negara,” kata Geggy.

Semua proses, mulai dari pendaftaran hingga seleksi dilalui bersama. Mereka saling support satu sama lain dengan memberikan rasa optimisme untuk bisa bersaing dengan ribuan pendaftar lainnya. ”Sejak awal saya optimistis untuk bisa lulus seleksi. Saya sempat hampir gagal di saat tes kesehatan,” ungkapnya.

Kondisi drop saat tes kesehatan disebabkan cuaca yang kurang mendukung. ”Kondisi cuacanya yang membuat saya drop. Karena ingat keluarga akhirnya saya bangkit untuk semangat,” terangnya.

Melihat kondisi sudara kembarnya drop, Greg sebagai kakak terus memotivasi. ”Saya sempat kepikiran, tapi saya yakin dia (Geggy) bisa bangkit dan melewati semuanya untuk berjuang bersama,” ujar Greg.

Hampir setiap tahapan seleksi, keduanya saling memberikan motivasi dan semangat agar bisa  melewati tahapan tes. ”Kita punya kemauan sama, mulai cita-cita hingga hobi. Kami hanya ingin menjadi polisi yang rendah hati dan baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Keberhasilan keduanya ternyata merupakan kado spesial. Tanggal 27 Juli kemarin merupakan Hari ulang tahun Greg dan Geggy ke-19. ”Greg dan Geggy bilang dengan diterimanya sebagai anggota Polri merupakan kado terindah sepanjang hidupnya,” ujar ibu kandung keduanya, Happy Oktavia.

Diungkapkan Happy, keduanya memang selalu bersama-sama sejak kecil. Bahkan, untuk urusan baju harus selalu sama hanya beda warna saja. ”Sejak kecil ini mintanya selalu sama, bahkan pernah opname bersama di satu kamar,” katanya.

Keduanya sempat terpisah di jenjang pendidikan SMA. Greg menempuh pendidikan di SMAN 1 Glagah, sedangkan Geggy di SMAK Santa Maria Malang. ”Saya hanya memberikan moto kepada anak saya, tidak ada usaha yang tanpa campur tangan Tuhan. Saya tanamkan kepada mereka untuk bisa selalu berdoa kepada Tuhan,” kata Happy. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya