Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Edukasi
icon featured
Edukasi

Sepuluh SD Dijadikan Lokasi Isolasi Terpusat

29 Juli 2021, 12: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Suratno, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi

Suratno, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi (Dok.RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Tempat isolasi terpusat (isoter) sudah ditentukan oleh Satgas Covid-19 Banyuwangi. Ada sepuluh  Sekolah Dasar (SD) yang dijadikan lokasi isoter untuk pasien Covid yang menjalani isolasi mandiri.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, sekolah yang dipilih menjadi tempat isoter merupakan hasil koordinasi antara Korwilker Kecamatan dengan Forpimka. Selama ini di kecamatan banyak yang kesulitan menemukan tempat dengan wilayah yang luas untuk isoter sehingga pilihan yang paling memungkinkan adalah sekolah.

Sekolah-sekolah yang dijadikan tempat isolasi tersebut adalah SDN 3 Kebondalem, SDN 1 Genteng, SDN 1 Watukebo, SDN 1 Benculuk, SDN 3 Kabat, SDN 2 Jajag, SDN 1 Rogojampi, SDN 1 Singolatren, SDN 1 Songgon, dan SDN 4 Dasri.

Baca juga: Media Cetak Partner Pembangunan Daerah

Terkait kapasitas sekolah, semuanya tergantung dengan kesediaan bed. Rata-rata setiap SD memiliki 6 ruang kelas. Jika 1 kelas bisa diisi dengan 5 bed, maka untuk satu sekolah maksimal bisa menampung sampai 30 bed. ”Sekolah yang dipilih sudah disepakati oleh pihak kecamatan dan  tidak ada kritik dari lingkungan,” kata Suratno.

Dinas Pendidikan terus mendorong langkah satgas untuk menyediakan fasilitas isoter. Satgas bisa menggunakan ruang kelas sesuai dengan kebutuhan asalkan tidak ada kritik dari lingkungan. Rata-rata sekolah yang dipilih ialah sekolah yang siswanya tidak terlalu banyak tapi memiliki ruangan yang cukup banyak. ”Tidak ada kriteria khusus, yang penting forpimka dan korwil sudah sepakat. Apalagi kita saat ini masih full daring. Guru juga tidak ke sekolah jadi tidak ada masalah,” kata Suratno.

Dispendik siap jika nantinya satgas membutuhkan sekolah tambahan selain sepuluh sekolah yang sudah menjadi tempat isoter. Kemarin Suratno meninjau langsung kemungkinan penggunaan salah satu sekolah dasar di Glenmore untuk menjadi tempat isoter.

Saat ini di Kecamatan Glenmore lokasi isoter yang digunakan adalah rumah dinas camat. Jika semua warga yang melakukan isoman harus berpindah ke tempat isoter, maka yang paling memungkinkan harus memilih lokasi yang lebih luas salah satunya sekolah. ”Ada salah satu sekolah yang ada di tengah kebun tebu dekat IGG. Kemungkinan akan dijadikan lokasi isolasi terpadu, kita memantau persiapan secara keseluruhan,” imbuhnya.

Korwil Dispendik Kecamatan Banyuwangi Purwanto menambahkan, di kota ada SDN 1 Penganjuran yang siap dijadikan tempat isolasi terpusat jika memang dibutuhkan. Saat ini sekolah tersebut tidak digunakan karena sudah digabung  dengan SDN 2 Penganjuran. ”Untuk kota sudah ada banyak kriteria tempat isolasi. Tapi kita siap jika dibutuhkan,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya