Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Dirikan Pos Pengamanan Pengendalian Mobilitas Masyarakat

29 Juli 2021, 11: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIJAGA KETAT: Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi standby di pos pengamanan pengendalian mobilitas dalam kota yang ada di simpang empat Tugu Pancasila, Banyuwangi, kemarin (27/7).

DIJAGA KETAT: Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi standby di pos pengamanan pengendalian mobilitas dalam kota yang ada di simpang empat Tugu Pancasila, Banyuwangi, kemarin (27/7). (Bagus Rio/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Untuk mengendalikan mobilitas masyarakat selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Polresta Banyuwangi mendirikan tujuh pos pengamanan dalam kota. Tujuh pos tersebut disebar ke tujuh titik rawan terjadinya kerumunan masyarakat.

Pos pengamanan itu ditempatkan di sekitar Mal Roxy, depan Gedung Juang, depan Masjid Agung Baiturrahman, simpang empat Tugu Pancasila, dan pintu masuk ASDP Ketapang. Selain itu, dua pos pengamanan untuk tempat wisata didirikan di Pantai Cacalan dan Pantai Boom.

Dua hingga empat personel polisi ditempatkan di tiap pos pengamanan tersebut untuk melakukan pemantauan. Mereka bersiaga untuk melakukan penertiban protokol kesehatan. ”Ini pos pengaman mobilitas masyarakat, untuk mengantisipasi adanya kerumunan dan meningkatnya mobilitas masyarakat saat pelaksanaan PPKM Level 3,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu.

Baca juga: Dewan Soroti Pendapatan Daerah hingga Pendidikan

Menurut Nasrun, pemantauan ini dilakukan selama perpanjangan PPKM Level 3 yang akan berlangsung hingga 2 Agustus mendatang. Pemantauan itu juga untuk mengendalikan mobilitas masyarakat. ”Kita lakukan pemantauan mobilitas dalam kota, tapi juga melakukan pengendalian mobilitas terhadap pedagang kaki lima dan pasar,” katanya.

Nasrun menjelaskan, upaya tersebut dilakukan demi suksesnya pelaksanaan PPKM Level 3. Para anggota yang standby di pos pengamanan tersebut, nantinya akan melakukan edukasi, sosilisasi, maupun penegakan protokol kesehatan. ”Meski sudah diperbolehkan beraktivitas, tapi semuanya harus tetap sesuai aturan yang sudah diberlakukan. Baik aktivitas para PKL, pedagang pasar, maupun aktivitas masyarakat untuk keluar rumah,” ungkapnya.

Tujuh pos pengaman yang didirikan itu, masih kata Nasrun, memang disebar di tempat yang strategis. Dengan tujuan menyasar sejumlah tempat yang rawan menimbulkan kerumunan masyarakat. ”Jadi, ini juga sebagai sarana pengendalian mobilitas masyarakat, selain masih adanya penerapan penyekatan di perbatasan,” jelasnya.

Nasrun berharap dengan adanya pos pengamanan tersebut, mobilitas masyarakat tetap bisa terkendali. Sehingga, terus menekan angka penyebaran Covid-19. ”Semoga dengan mengendalikan mobilitas masyarakat ini, bisa menekan angka penyabaran Covid-19. Sehingga, pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir,” pungkasnya. (rio/afi/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya