Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Ambulans Diminta Tak Sering Nyalakan Sirene

Makan di Warung Dibatasi 20 Menit

28 Juli 2021, 12: 10: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KURANGI DAMPAK PSIKIS: Suara sirene yang sering terdengar di jalan-jalan belakangan ini disinyalir bisa menurunkan imunitas tubuh.

KURANGI DAMPAK PSIKIS: Suara sirene yang sering terdengar di jalan-jalan belakangan ini disinyalir bisa menurunkan imunitas tubuh. (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id Suara sirene ambulans yang kerap meraung-raung di jalanan mengusik ketenangan warga di masa pandemi. Warga banyak yang cemas mendengar suara sirene yang hampir tiap jam mereka dengar.

Dari sisi psikologi, suara sirene ambulans membuat orang langsung bergidik, cemas, dan panik. Imunitas tubuh bisa drop manakala mendengar sirene ambulans di tengah pemberlakuan PPKM Level 4.

Keluhan sebagian masyarakat tersebut direspons positif oleh Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) Samsudin Adlawi. Ketika bertemu Wakil Ketua Satgas Covid-19 AKBP Nasrun Pasaribu, Samsudin langsung menyampaikan keluhatan tersebut. ”Mohon dengan hormat Pak Kapolresta Nasrun Pasaribu yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 agar sirene ambulans dimatikan ketika melintas dijalan, kecuali kondksi jalan macet bisa dihidupkan. Terus terang suara sirene tersebut bisa menurunkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi ini,’’ ujar Samsudin saat menerima kunjungan  Kapolresta di kantor JP-RaBa, kemarin. 

Baca juga: Airlangga: Vaksinasi dan Kedisiplinan Langkah Keluar dari Pandemi

Tanpa menunggu waktu, usulan tersebut langsung dieksekusi oleh Kapolresta Nasrun. Orang nomor satu di Polresta Banyuwangi langsung mengontak Sekkab Mujiono lewat ponsel. ”Minta tolong Pak Sekkab untuk bunyi sirene ambulans di jalan bisa dimatikan. Boleh dihidupkan jika ambulans tersebut mengalami hambatan di jalan,’’ kata Nasrun dalam  perbincangan singkat dengan Sekkab Mujiono.

Dikatakan Nasrun, dengan mematikan sirene diharapkan bisa meminimalisasi  kepanikan masyarakat yang kerap muncul akibat seringnya mendengar sirene ambulans. ”Kita sampaikan agar sirene dihidupkan jika urgen sekali. Kalau tidak sebaiknya hanya menyalakan lampu saja,” kata Nasrun.

Sementara itu, aturan untuk penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sudah dikeluarkan Satgas Covid-19 Banyuwangi.  SE Satgas Nomor 052/SE/STPC/2021 tersebut mengatur beberapa kebijakan yang mulai melunak. Salah satunya aturan makan di tempat untuk warung makan.

Masyarakat diperbolehkan makan di tempat maksimal tiga orang dengan waktu makan maksimal 20 menit. Sedangkan untuk restoran dan kafe tampaknya harus lebih bersabar. Restoran dan kafe diminta melayani pesanan secara take away. Untuk mal dan pusat perbelanjaan belum diizinkan untuk buka. Pengelola hanya diperbolehkan melayani penjualan secara online dengan pembatasan maksimal tiga orang untuk setiap toko.

Sedangkan toko swalayan dan supermarket diperbolehkan beroperasi mulai pukul 10.00 sampai 18.00 dengan kapasitas maksimal pengunjung 25 persen dengan penerapan prokes secara ketat. ”Ada kelonggaran di PPKM Level 4, terutama untuk makan di warung. Pengunjung diperbolehkan makan di tempat maksimal 20 menit. Pasar tradisional juga diperbolehkan buka sampai pukul 15.00,” ujar Wakil Satgas Covid-19 Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu.

Nasrun menambahkan, aktivitas penyekatan jalan masih terus dilakukan, setidaknya sampai PPKM Level 4 nanti berakhir atau menyesuaikan dengan kondisi kasus kumulatif penularan Covid- 19. ”Kasus kumulatif turun, tapi kita harus tetap berhati-hati, tidak bisa euforia. Pembatasan masih kita lakukan, termasuk mematikan lampu jalan,”  jelasnya.

Mulai kemarin (27/7) Satgas menghapus istilah isolasi mandiri (isoman) bagi para pasien Covid-19. Semua penderita Covid yang tengah menjalani isolasi diminta untuk masuk ke tempat isolasi terpadu (isoter) dengan harapan masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman.

Satgas menjamin kebutuhan pasien selama menjalani isolasi terpusat. ”Semua kita jamin, termasuk obat-obatan, pengawasan petugas kesehatan, dan tempat tidur,” tandas mantan Wadir Reskrimum Polda Jatim itu. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya