Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Ruang Isolasi Baru Ditarget Rampung Dua Minggu

28 Juli 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

FINAL: Jajaran RSUD Genteng menggelar pertemuan untuk menyiapkan kebutuhan operasional ruang isolasi tambahan, kemarin (25/7).

FINAL: Jajaran RSUD Genteng menggelar pertemuan untuk menyiapkan kebutuhan operasional ruang isolasi tambahan, kemarin (25/7). (RSUD Genteng for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Rencana RSUD Genteng menambah ruang isolasi baru untuk pasien Covid-19, akan segera direalisasikan. Sejumlah persiapan seperti penganggaran untuk kebutuhan tenaga kesehatan (nakes), sudah mendapat lampu hijau dari Pemkab Banyuwangi.

Humas RSUD Genteng, dr. Sugiyo Sastro, menjelaskan  sebelumnya aturan perekrutan relawan ada di pemkab. Tapi saat ini, RSUD diberi kewenangan untuk mencari sendiri para relawan yang diperlukan untuk operasional ruang isolasi tambahan. “Kemarin kita tidak bisa cari, sekarang diperbolehkan,” katanya.

Berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan pimpinan di RSUD Genteng, terang dia, kebutuhan untuk membuka ruang isolasi tambahan itu sekitar 49 relawan. Jumlah itu meliputi tenaga dokter tiga orang, bidan lima orang, perawat 25 orang, juru makam empat orang, juru pemulasaran tiga orang, sekuriti enam orang, dan sopir tiga orang. “Ruang isolasi ini tidak hanya soal medis, sekuriti yang menjaga keluarga pasien agar tidak masuk ke ruangan juga dibutuhkan,” ujarnya.

Baca juga: Dalami Kasus Perusakan Rumah, Polisi Periksa Tetangga Korban

Untuk merealisasikan ruang isolasi baru itu, dr. Sugiyo menyampaikan kalau saat ini sedang berpacu dengan waktu, agar kepastian kebutuhan itu bisa segera disetujui Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi. Sehingga, pembukaan relawan bisa segera diumumkan. “Kalau tahapannya berjalan normal, kami usahakan dua minggu ini rampung,” jelasnya.

Dalam perencanaan ini, pihaknya berharap bisa lebih cepat. Mengingat penanganan pasien Covid-19, saat ini sangat mendesak. Setiap hari, antrean pasien yang tertahan di UGD selalu saja ada. Bahkan, selama Juli 2021 ini tercatat ada 84 kematian pasien yang terkena virus korona. “Kami berharap segera beroperasi, dan bisa menangani penyembuhan pasien lebih banyak,” harapnya.(sli/abi)

(bw/sli/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya