Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Kesehatan
icon featured
Kesehatan

Satgas Siapkan Isoman Terpusat di Kecamatan

28 Juli 2021, 05: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

AKBP Nasrun Pasaribu, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi

AKBP Nasrun Pasaribu, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Warga yang terkonfirmasi Covid-19 tak lagi diizinkan menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi angka kematian pasien Covid-19 yang masih cukup tinggi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan, kasus penularan dan kematian masih cukup tinggi. Untuk menekan angka tersebut semua pihak harus melakukan intervensi bersama. Salah satunya meniadakan isolasi mandiri untuk pasien positif Covid-19.

Nantinya, mereka yang sakit karena Covid akan langsung dibawa ke tempat isolasi terpusat di masing-masing kecamatan. ”Semua isolasi akan dilakukan terpusat. Ini untuk mempermudah pengawasan dan meminimalisasi pasien yang baru diketahui dalam kondisi parah,” kata Nasrun.

Baca juga: Gelar Hajatan, Anggota DPRD Didenda Rp 500 Ribu, Kades Rp 48 Ribu

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi dr  Widji Lestariono mengatakan, jumlah kematian relatif tinggi karena pasien baru datang ke rumah sakit setelah kondisinya berat. Banyak masyarakat yang memilih melakukan isolasi mandiri di rumah.

Padahal ada mekanisme yang harus dilakukan sebelum pasien dinyatakan harus isolasi mandiri atau tidak. ”Jika mulai ada keluhan, kita harap masyarakat segera melapor ke puskesmas. Ini yang kadang tidak dilakukan, setelah berat baru datang dan minta dirujuk ke rumah sakit,” ungkap dokter yang akrab disapa Rio tersebut.

Sesuai mekanisme, pasien yang menjalani isolasi mandiri tetap berada dalam pantauan dokter. Jika ada warga yang bergejala tidak melapor, petugas kesehatan akan melakukan pemantauan. Pihaknya mengimbau pihak kecamatan untuk menyediakan rumah isolasi terpusat. Tujuannya untuk mempermudah fokus petugas dalam melakukan pemantauan dan visite.

Begitu ada kondisi pasien yang memburuk, maka bisa dilakukan tindakan cepat. ”Rumah isolasi  fungsinya untuk tempat istirahat dan beraktivitas ringan para pasien isoman. Mereka bisa tetap terpantau kondisi kesehatannya,” kata Rio.

Sementara itu, terkait penyekatan jalan dan pemadaman lampu penerang jalan akan tetap diberlakukan sampai PPKM level 4 selesai pada 2 Agustus nanti. Kapolresta Nasrun Pasaribu mengatakan, penyekatan di Banyuwangi dianggap sukses menurunkan mobilitas manusia. Dari yang sebelumnya berada di warna hitam, kini mobilitas berubah menjadi warna kuning.

”Alhamdulillah, mobilitas kita yang sebelumnya berwarna hitam, kemudian berubah menjadi merah, oranye, dan sekarang kuning. Pengurangan cahaya lampu dan penyekatan dianggap berhasil,” tegasnya.

Meski demikian, satgas akan terus melakukan evaluasi rutin selama dua atau tiga hari sekali untuk memastikan efektivitas penyekatan, terutama terhadap penurunan kasus Covid-19 di Banyuwangi. ”Pembatasan masih diterapkan di Pelabuhan Ketapang sesuai Instruksi Menhub. Pergerakan manusia saat ini sudah menurun drastis,” kata Nasrun. (fre/aif/c1)

(bw/fre/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya