Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Keluarga Penerima BST Bertambah Tiga Ribu KK

27 Juli 2021, 14: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi

Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Warga Banyuwangi yang terdampak pandemic Covid-19 dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai menerima berbagai macam bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah. Bantuan diterima masyarakat tersebut beragam, mulai paket sembako hingga uang tunai.

Salah satu bantuan mulai digelontorkan bagi warga Bumi Blambangan tersebut adalah Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Kabar baiknya lagi, jumlah keluarga penerima BST itu bertambah dibandingkan pemberian bantuan tahap sebelumnya. Tidak tanggung-tanggung, tambahan penerima bantuan mencapai 3 ribu keluarga.

Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau langsung penyaluran BST Sosial tersebut. Dia berharap, bantuan itu dapat meringankan beban warga yang terdampak pandemic Covid-19, terutama selama masa PPKM.

Baca juga: Diabetes Kumat, Baznas Bantu Sembako

Di Banyuwangi, terdapat 48.965 keluarga penerima manfaat (KPM) BST. Setiap KPM menerima Rp 600 ribu untuk pencairan Mei dan Juni 2021. Bantuan tersebut disalurkan PT Pos langsung kepada warga. “Alhamdulillah, ada tambahan penerima untuk Banyuwangi. Di tahap sebelumnya hanya 45.633 penerima, kali ini ada penambahan jumlah penerima, sehingga jumlahnya menjadi 48.965 orang. Ada tambahan lebih dari 3 ribu warga. Terima kasih Menteri Sosial Ibu Tri Rismaharini,” terang Ipuk.

Kepala PT POS Indonesia Banyuwangi, Vicky Vidianto mengatakan, menghindari kerumunan, pembagian bansos tunai ini difokuskan lebih mikro, yaitu di tiap dusun. “Kami batasi 30 orang setiap 30 menit. Bahkan, di kawasan padat, akan dibagikan hingga ke level RT,” kata Vicky.

PT Pos Banyuwangi awalnya telah menyiapkan 15 tim untuk pencairan BST tersebut. Namun, akan ditambah pada hari Minggu sehingga bisa mencapai 30 tim. “Kami juga mensyaratkan juru bayar dari PT. Pos telah menerima vaksin, untuk menjaga kesehatan semua. Kami targetkan akhir Juli semua warga telah menerima bansos ini,” imbuhnya. 

Selain BST, penyerahan bantuan pangan non tunai yang menyasar 100.494 keluarga di Banyuwangi juga mulai dilakukan. Bantuan ini diberikan sekaligus untuk tiga bulan sebesar Rp 600 ribu berbentuk bahan pangan. Ada banyak komoditas pangan yang diberikan, meliputi daging, telur, beras, kacang hingga buah-buahan.

Ipuk menambahkan, selain BST, juga ada skema bansos lainnya yaitu bansos beras yang telah disalurkan ke 119 ribu KPM, Program Keluarga Harapan (PKH) dengan penerima lebih dari 62 ribu KPM, dan BLT Dana Desa 22.015 KPM. Tahun ini, Banyuwangi juga mengawal pencairan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk 54.213 usaha mikro di mana masing-masing menerima Rp1,2 juta.

Selain itu, ada bantuan dari APBD Banyuwangi berupa uang tunai Rp 300 ribu per orang yang ditargetkan menjangkau ribuan PKL/pedagang kecil. ”Beberapa waktu lalu juga sudah disalurkan lebih dari 53 ton beras dari gotong royong ASN, dan kami siapkan juga alokasi paket sembako dari APBD,” ujar Ipuk.

Untuk listrik, terdapat lebih dari 245.000 pelanggan di Banyuwangi menerima subsidi, yaitu pelanggan 450 va dan 900 va.

Ipuk memaparkan, jumlah penerima bansos telah mencapai 40 persen dari jumlah keluarga di Banyuwangi. Meski demikian, Ipuk memahami bila dampak pandemi begitu luas. “Sehingga kami akan terus berusaha menambah jumlah bansos, termasuk yang terbaru kami mengirim data untuk meminta tambahan alokasi paket sembako ke Kemensos. Juga APBD menyiapkan,” pungkasnya. (sgt/afi)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya