Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Lima Toko Ditutup dan Puluhan Warung Disegel

27 Juli 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DISEGEL: Anggota Satpol PP Banyuwangi menyegel sejumlah toko melanggar PPKM di Kecamatan Banyuwangi, kemarin.

DISEGEL: Anggota Satpol PP Banyuwangi menyegel sejumlah toko melanggar PPKM di Kecamatan Banyuwangi, kemarin. (Satpol PP BWI for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga PPKM level 3 dan 4, tim Satgas Satpol PP Banyuwangi telah melakukan penutupan terhadap lima tempat usaha dan menyegel puluhan warung dan resto dipasang Pol PP line bangku di tempat usaha.

Setidaknya ada sekitar 28 tempat usaha diberi Pol PP line dan 40 tempat usaha  diberikan surat pernyataan menaati aturan penerapan PPKM. Sedangkan untuk teguran lisan cukup banyak. ”Kalau teguran lisan kita lakukan setiap pelaksanaan patroli rutin,” ujar Plt Kasatpol PP Banyuwangi, Wawan Yadmadi.

Wawan mengatakan, tim Satgas tidak melakukan penyegelan. Penyegelan tersebut hanya menyegel meja dan kursi restoran saja, agar melaksanakan  instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta surat edaran (SE) Satgas Covid-19 Banyuwangi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat maupun PPKM level 3 dan 4. ”Kita harus bersama-sama memerangi merebaknya Covid-19,” tuturnya.

Baca juga: Pasar Bali Sepi, Pedagang Jeruh Beralih ke Jawa Barat

Pelaksanaan ini, jelas Wawan, demi untuk mensukseskan pelaksanaan PPKM. Agar, menekan penyebaran Covid-19 di Banyuwangi. ”Demi meminimalkan risiko penularan Covid-19,” cetusnya

Selama PPKM, kata Wawan, memang banya ditemukan pelanggaran. Makanya langsung ditindak dengan melakukan pemasangan Pol PP line dan penutupan sementara. ”Untuk penutupan sementara itu, dilakukan sampai pemilik mau mengikuti aturan dan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Satgas melakukan penutupan sementara sejumlah toko itu, biasanya karena toko tersebut tetap beroperasi hingga lewat pukul 20.00. “Sebelum penutupan sementara, pengelola toko-toko itu sudah diberi pemahaman,” tuturnya.

Namun, selama PPKM level 3 dan 4 ini, pihaknya lebih menekannya kepada pendekatan kepada pelaku usaha. Karena, agar mereka bisa menerap protokol kesehatan. ”Kita lakukan lebih humanis, karena kesadaran masyarakat dalam PPKM sudah meningkat,” pungkasnya.(rio/afi)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya