Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

22 Tahun JP-RaBa: Mengawal Otonomi, Menjaga Eksistensi

Oleh: Agus Dani Triswanto*

26 Juli 2021, 10: 20: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

22 Tahun JP-RaBa: Mengawal Otonomi, Menjaga Eksistensi

Share this          

22 tahun yang lalu (26 Juli 1999–26 Juli 2021 ), berdiri untuk pertama kali, surat kabar kebanggaan masyarakat Banyuwangi dan Situbondo. Harian pagi Jawa Pos Radar Banyuwangi atau biasa disingkat JP-RaBa. Tidak terasa, JP-RaBa yang setia menemani masyarakat Banyuwangi dan Situbondo lewat pemberitaannya sudah berusia 22 tahun.

Dengan usia yang menginjak 22 tahun adalah usia yang tidak muda lagi, usia produktif yang penuh dengan liku dan tantangan. Semangat awal yang diusung adalah untuk mengawal reformasi dan otonomi daerah khususnya di dua kabupaten yaitu Banyuwangi dan Situbondo. Khusus di Banyuwangi, sejak reformasi dan otonomi daerah digulirkan, Banyuwangi juga seperti daerah-daerah lain, mampu menunjukkan geliat juga semangat membangun yang sangat tinggi dan berkesinambungan.

Seperti kita ketahui bersama, Banyuwangi yang berjuluk the Sunrise of Java ini semula merupakan teritori pinggiran dan terkenal dengan mistisnya: santet. Kini semua berubah total, Banyuwangi kini menjadi jujugan para wisatawan, Banyuwangi kini tidak dikenal dengan santetnya lagi, melainkan pariwisatanya. Semua ini tentunya berkat pemberitaan yang intens dari media, khususnya media cetak JP-RaBa.

Baca juga: Pisau Roti; Bergerigi Bikin Potongan Rapi

Karena tidak bisa dimungkiri, bahwa pembangunan tiap daerah membutuhkan peran media dalam menginformasikan. Media massa memiliki fungsi penting dalam komunikasi massa. Media merupakan alat atau sebuah saluran penghubung komunikasi dari media ke pembaca dan berlanjut dari pembaca ke orang lain, dan seterusnya. Jadi, dengan adanya media maka terjadilah sebuah komunikasi.

Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari satu individu ke individu lainnya. Misalnya, pesan yang disampaikan oleh media, dibaca oleh masyarakat, lalu disampaikan ke masyarakat lainnya, berantai, dan seterusnya. Media cetak seperti JP-RaBa merupakan salah satu saluran komunikasi yang cukup efektif dalam menyampaikan informasi kepada para pembacanya selama ini. Media JP-RaBa selalu konsisten dalam memberikan sebuah informasi kepada para pembacanya, termasuk konsisten mengawal otonomi daerah di dua kabupaten yaitu Banyuwangi dan Situbondo.

Informasi itu penting, sebab sebuah informasi saat ini merupakan sebuah kebutuhan bagi masyarakat. Terlebih informasi mengenai pemberitaan perihal pandemi Covid-19 yang belum hilang dari muka bumi ini. Masyarakat sangat membutuhkan informasi yang kredibel dan tepercaya untuk mengetahui perkembangan Covid- 9 dan berbagai dampaknya.

Selama ini, arus informasi mengenai pemberitaan Covid-19 berseliweran di tengah masyarakat melalui kanal media sosial. Tidak luput informasi-informasi hoaks diterima masyarakat, sehingga berakibat buruk bagi masyarakat. Karena dengan kecanggihan teknologi seperti saat ini, tak ayal sebuah informasi bisa diburu sendiri oleh masyarakat. Tanpa mengetahui dan keakuratan informasi yang didapat, mereka dengan mudah menyebarluaskan informasi yang di dapat tanpa memperhitungkan risikonya.

Oleh karena itu, eksistensi dari media cetak seperti JP-RaBa masih sungguh sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih informasi seputar pandemi Covid-19. Karena konten berita yang dihadirkan berperan penting bagi keberlangsungan masyarakat, dengan isi yang informatif mengenai edukasi, analisis, evaluasi, atau langkah dari pemerintah untuk mengatasi pandemi ini tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Hadirnya JP-RaBa hingga usianya menginjak ke-22 tahun telah berhasil dan tetap eksis dalam menjalankan fungsinya. Yaitu media sebagai penyampai informasi serta mengawal otonomi daerah. Selain informasi yang disampaikan, masyarakat pelanggan, pembaca, dan yang mencintai koran ini, merupakan modal utama sekaligus kekuatan JP-RaBa untuk tetap selalu eksis.

Selain sebagai media informasi, keberadaan JP-RaBa selama 22 tahun ini, juga berhasil menjalankan fungsinya untuk menjalankan fungsi pengawasan, kritik, koreksi, serta saran terhadap hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Serta memperjuangkan keadilan untuk masyarakat. Serta eksis dalam memberikan informasi serta kritik terhadap pembangunan daerah.

Sebagai pembaca setia JP-RaBa selama 22 tahun, saya berharap JP-RaBa tetap mempertahankan eksistensinya. Masyarakat benar-benar membutuhkan berita yang kredibel. Serta teruslah untuk berkontribusi mengabarkan kepada masyarakat luas khususnya masyarakat Banyuwangi dan Situbondo akan kebaikan dan kesalehan di dua kabupaten tersebut, serta tetap kritis terhadap kekeliruan dan kesalahan atas pemangku kepentingan.

Selamat HUT ke-22 tahun JP-RaBa, semoga terus menjadi media sumber referensi teraktual dan tepercaya bagi masyarakat Banyuwangi dan Situbondo. (*)

*) Pegiat di Forum Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung (FBM2B) Banyuwangi

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya