Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Situbondo
icon featured
Situbondo

Proses Hukum Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 Berlanjut

26 Juli 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DIPROSES HUKUM: Sejumlah warga di Desa Panji Kidul merusak peti jenazah pasien Covid 19, belum lama ini.

DIPROSES HUKUM: Sejumlah warga di Desa Panji Kidul merusak peti jenazah pasien Covid 19, belum lama ini. (Humaidi/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Kapolres Situbondo AKBP Imam Rafa’i memastikan bahwa lembaga hukum yang dikomandonya akan melakukan proses hukum terkait perampasan jenazah pasien Covid 19, belum lama itu. Baik di Kecamatan Panji maupun Mlandingan. Hanya saja, kepolisian akan tetap mengedepankan edukasi dan sisi kemanusian.

Kepada sejumlah wartawan kemarin, Kapolres menerangkan bahwa alasan apapun pengambilan jenazah secara paksa dari tim pelusaraan adalah tindakan yang tidak dibenarkan. “Tentu kita akan melakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang ada,” tegas Kapolres kemarin (23/07).

Dia menjelaskan, ada beberapa  aturan yang bisa diterapkan untuk menjerat pelaku. Antara lain Undang Undang Karantina Kesehatan maupun Undang Undang Wabah dan Penyakit. “Ada juga beberapa pasal dari KUHP pidana yang bisa kita terapkan pada pelaku pengambilan paksa jenazah pasien Covid 19,” imbuh Kapolres.

Baca juga: Rela Antre Berjam-Jam Demi Dapat Oksigen

Langkah tegas kepolisian, kata Kapolres, sebagai bagian dari edukasi atau pun pemberitahuan pada warga. Pemerintah sangat mengharapkan ke depan agar warga dapat menerima dan memahami bahwasanya kondisi Pandemi Covid 19 masih tinggi dan sangat mengkhawatirkan.

Kapolres mengungkapkan, proses hukum dua kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid 19 sudah dalam tahap pengumpulan bahan keterangan. “Tentu saja kasus ini mengedepankan segi kemanusiaan. Karena harus kita pahami juga bahwa korban korban ini adalah korban Covid 19 juga. Jadi kita kedepankan edukasi,” imbuhnya.

Tentang adanya kemungkinan provokasi dari pihak luar keluarga, Kapolres berjanji masih akan mendalami. “Apakah memang ada para pihak yang tidak ada hubungan dengan keluarga melakukan provokasi. Kalau memang ada tentu kita tidak akan ragu untuk melakukan tindakan hukum,” tegas Kapolres. (mg1/pri)

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya