Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Asyik Nongkrong, Sembilan Warga Terjaring Operasi Prokes

26 Juli 2021, 06: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TEKAN PENYEBARAN: Petugas melakukan tes antigen di termpat pada remaja yang melanggar prokes di Desa/Kecamatan Purwoharjo pada Rabu malam (22/7).

TEKAN PENYEBARAN: Petugas melakukan tes antigen di termpat pada remaja yang melanggar prokes di Desa/Kecamatan Purwoharjo pada Rabu malam (22/7). (Krida Herbayu/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Petugas gabungan dari TNI, Polri, tenaga medis Puskesmas Purwoharjo, dan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Purwoharjo, menggelar razia pada warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan (proke), Rabu malam (22/7). Operasi itu di gelar di Desa/Kecamatan Purwoharjo.

Dalam razia itu, petugas gabungan menemukan sembilan warga yang tidak mematuhi prokes dengan tidak mengenakan masker dan berkerumun. “Mereka ada yang naik motor dan tongkrongan di warung kopi,” cetus Danramil Purwoharjo, Kapten (Inf) Muhammad Dahlan.

Warga yang melanggar itu, terang dia, langsung dilakukan tes rapid antigen di depan pertokoan Desa/Kecamatan Purwoharjo. Sembilan remaja yang dites cepat itu, ternyata hasilnya negatif semua. “Usianya antara 19 tahun hingga 25 tahun, semua negative. Mereka kita beri pembinaan dan diberi masker,” ungkapnya.

Baca juga: Madania Residence Kurban 3 Sapi, 9 Kambing

Menurut danramil, para remaja itu terjaring razia saat melaksanakan patroli pembatasan kegiatan masyarakat dan pengetatan pintu masuk wilayah, dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. “Patroli prokes ini akan terus dilakukan hingga 25 Juli 2021 mendatang,” ungkapnya.

Selain menggelar operasi pelanggar prokes, petugas gabungan juga membagikan sembako kepada warga dan pemilik warung di sekitar Pasar Purwoharjo yang terdampak pandemi Covid-19. “Sebanyak 30 paket sembako kami bagikan kepada masyarakat,” cetusnya.

Selama diberlakukan PPKM Darurat ini, jelas dia, Forpimka Purwoharjo juga memberlakukan penyekatan di setiap desa. Ada empat titik wilayah yang diberlakukan penyekatan, yakni Desa Keradenan, Bulurejo, Glegahagung, dan Temurejo. “Mengurangi mobilitas masyarakat untuk mengurangi penyebaran Covid-19,” dalihnya. pungkasnya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya