Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Senang Tak Hanya Disidak, Pedagang Juga Diberi Bantuan Rp 300 Ribu

25 Juli 2021, 08: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

UNTUK SESAMA: Bupati Ipuk memantau aktivitas PKL di masa PPKM Darurat sekaligus menyerahkan bantuan untuk para pedagang kecil di wilayah Kecamatan Genteng, Senin malam (19/7).

UNTUK SESAMA: Bupati Ipuk memantau aktivitas PKL di masa PPKM Darurat sekaligus menyerahkan bantuan untuk para pedagang kecil di wilayah Kecamatan Genteng, Senin malam (19/7). (Dini Rahmawati for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi terus melanjutkan penyaluran bantuan sebesar Rp 300 ribu per orang kepada para pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha warung kecil di Bumi Blambangan. Setelah menyasar wilayah Kecamatan Banyuwangi dan Rogojampi, penyaluran bantuan dilakukan di Kecamatan Genteng, Senin malam (19/7).

Tak ayal, pemberian bantuan untuk meringankan beban para pedagang kecil di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat itu pun menuai respons positif. Bantuan itu dinilai sangat membantu pedagang kecil yang mengalami penurunan omzet imbas pembatasan jam operasional berdagang selama PPKM Darurat.

Salah satu pedagang jagung rebus yang sehari-hari mangkal di kawasan Kecamatan Genteng, yakni Sofyan mengaku, sebelum PPKM Darurat dirinya bisa menjual 200 buah jagung rebus dalam semalam. Namun, saat PPKM diberlakukan, setiap hari dirinya hanya membawa dagangan sebanyak 50 buah jagung rebus. ”Itu pun sering tidak habis,” ujar Sofyan bercerita kepada Bupati Ipuk Fiestiandani, Senin malam.

Baca juga: Angka Kesembuhan Naik, Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Di tengah situasi sulit semacam ini, Sofyan mengaku dirinya tetap bersyukur. ”Semua wajib disyukuri, Alhamdulillah masih diparingi (diberi, Red) sehat sehingga masih tetap bisa bekerja. Sehat itu sekarang yang paling wajib disyukuri,” kata dia.

Bupati Ipuk yang kembali berkeliling ke PKL-PKL dan pedagang kecil lalu menyalurkan dana bantuan uang tunai kepada Sofyan dan PKL serta warung kecil lainnya. Dia menargetkan ada lebih dari 3.000 PKL dan warung kecil yang menerima bantuan uang tunai. ”Saya mohon maaf, mohon maaf sekali, atas kebijakan PPKM Darurat ini untuk menekan penularan Covid-19. Tetap pakai masker ya, Pak. Bantuan ini tolong jangan dilihat nilainya, ini wujud saling bantu di antara kita. Insya Allah ini semua bisa segera kita lewati,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ipuk juga memborong dagangan para pelaku usaha kecil tersebut.

Ipuk kemudian juga menemui Fakhrurrozi, yang berjualan kue wafel. Pendapatannya menurun lantaran berkurangnya jam operasional. Fakhrurrozi biasa membuka dagangan pukul 17.00 sampai pukul 22.00. Tapi kini hanya sampai pukul 20.00. ”Biasanya dapat sampai Rp 150 ribu, sedangkan malam ini (Senin) baru dapat Rp 40 ribu,” akunya.

Baihaqi, penjual martabak, juga merasakan imbas PPKM Darurat. Namun, dia bersyukur mendapat bantuan dari Pemkab Banyuwangi. Bukan nilainya yang dia lihat, tapi semangat kebersamaan untuk mengarungi masa sulit saat ini. ”Kami bersyukur. Kalau melihat berita di kota-kota lain, biasanya pedagang seperti kami hanya dirazia, hanya disidak (inspeksi mendadak). Tapi, di sini kasih bantuan,” kata dia.

Pedagang kacamata, Yandra, menyatakan, omzetnya turun drastis karena warga mulai patuh pada peraturan untuk mengurangi mobilitas di luar rumah. ”Jualannya terjun bebas, sehari yang beli hanya dua orang selama PPKM Darurat. Saya sih maklum karena orang sekarang membatasi keluar rumah. Semoga dengan kepatuhan ini, Covid-19 segera berakhir dan semua pulih,” harapnya.

Bupati Ipuk menyampaikan terima kasih kepada para PKL dan warung-warung yang telah menerapkan protokol kesehatan (prokes). Makanan jualan mereka tidak lagi dimakan di tempat, melainkan dibungkus dan dibawa pulang oleh pelanggan. Selain itu, tidak kalah penting, mayoritas pedagang sudah tertib bermasker. ”Saya matur nuwun sanget, matur nuwun, matur nuwun, (saya sangat berterima kasih, terima kasih, terima kasih, Red) semua bermasker. Tolong dalam semua aktivitas terus bermasker,” ujarnya.

Selain kepada PKL dan warung kecil, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan skema bantuan untuk pelaku seni, wisata, penyandang disabilitas, jasa transportasi, dan warga yang membutuhkan secara umum. Skema bantuan saling menopang dengan kucuran dari pemerintah pusat. ”Saya sudah agendakan cek ke Gudang Bulog dan PT Pos untuk penyiapan penyaluran bantuan. Mohon doanya semoga semua proses dimudahkan. Sekali lagi, saya mohon maaf atas kebijakan PPKM Darurat ini,” pungkas Ipuk. (sgt/aif/c1)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya