Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kendaraan Esensial dan Kritikal Diberi Stiker Khusus

25 Juli 2021, 06: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PASANG STIKER KHUSUS: Kanit Dikyasa Satlantas Iptu Soenyoto memasang stiker khusus untuk kendaaraan esensial dan kritikal yang melintas di depan Terminal Brawijaya kemarin (20/7).

PASANG STIKER KHUSUS: Kanit Dikyasa Satlantas Iptu Soenyoto memasang stiker khusus untuk kendaaraan esensial dan kritikal yang melintas di depan Terminal Brawijaya kemarin (20/7). (Bagus Rio/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Untuk mempermudah akses pekerja sektor kritikal dan esensial yang masuk ke wilayah Banyuwangi, Satlantas Polresta Banyuwangi memberikan tanda khusus. Kendaraan yang melintas di Terminal Brawijaya ditempeli stiker kemarin (20/7). Stiker warna merah untuk sektor esensial, sedangkan warna biru untuk sektor kritikal.

Sebelum menempelkan stiker tersebut, petugas mengecek terlebih dahulu identitas pengendara dan juga dokumen kendaraan yang dibawa. ”Kendaraan yang diberi stiker merupakan kendaraan yang diperbolehkan masuk ke wilayah perkotaan, yakni kendaraan sektor esensial dan sektor kritikal,”  ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Banyuwangi Iptu Soenyoto.

Soenyoto mengatakan, mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 pasal 3, sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor. Sedangkan sektor kritikal meliputi energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Baca juga: Beredar Poster Hoaks Pembebasan Kegiatan Masyarakat

Soenyoto menambahkan, dengan adanya stiker khusus tersebut bisa membuat para sopir lebih nyaman dan tenang ketika ada penyekatan. Mereka tetap bisa bekerja dengan maksimal. ”Semoga tetap bisa berjalan dengan lancar, tapi tetap harus mematuhi rambu lalu lintas (lalin),” kata Soenyoto. (rio/afi/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya