Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Ipuk: Satgas Wajib Humanis, Jangan Marah-marah

24 Juli 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TERDAMPAK COVID: Bupati Ipuk melakukan monitoring pelaksanaan PPKM Darurat sekaligus memberikan bantuan sembako pemilik warung atau pedagang kaki lima di wilayah Kecamatan Bangorejo.

TERDAMPAK COVID: Bupati Ipuk melakukan monitoring pelaksanaan PPKM Darurat sekaligus memberikan bantuan sembako pemilik warung atau pedagang kaki lima di wilayah Kecamatan Bangorejo. (Dini Rahmawati for RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id Bupati Ipuk Fiestiandani menginstruksikan jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Banyuwangi bersikap humanis dalam upaya penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Jajaran Satgas diminta mengedepankan upaya persuasif dan memberikan pengertian kepada warga pentingnya menaati protokol kesehatan serta menjalankan PPKM Darurat agar penularan Covid-19 dapat ditekan.

Sekadar diketahui, Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi rutin melakukan monitoring ke berbagai wilayah di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, pemantauan PPKM Darurat juga dilakukan ke berbagai kecamatan di Bumi Blambangan.

Nah, dalam setiap pemantauan maupun inspeksi dalam rangka penegakan PPKM Darurat, Ipuk menginstruksikan kepada seluruh jajaran Satgas, termasuk para camat dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait bersikap humanis. “Saya telah instruksikan kepada seluruh camat dan SKPD agar dalam setiap pemantauan PPKM Darurat wajib dilakukan secara humanis, persuasif, dengan senyum, dengan sapa. Jangan marah-marah,” ujarnya Sabtu (17/7).

Baca juga: Petugas Damkar Tangkap Ular Piton Dua Meter

Sebelumnya, tepatnya Kamis malam (15/7), Ipuk bersama pimpinan SKPD dan camat melakukan pemantauan di Kecamatan Bangorejo. Warga yang terlihat tidak bermasker dan berkerumun di tempat penjualan makanan-minuman diminta dengan hormat untuk segera pulang. Mereka juga diberi fasilitas swab antigen gratis di lokasi.

Terdapat 17 orang yang dilakukan swab. Hasilnya satu orang positif, dan langsung bersangkutan diarahkan untuk isolasi mandiri yang nantinya akan dikontrol pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) setempat. 

Kepada para pemilik warung, Ipuk meminta maaf dan memberikan pengertian agar berjualan sesuai aturan PPKM Darurat sembari memberikan sembako. “Saya minta maaf harus ada pembatasan aktivitas masyarakat. Ini situasi sulit. Bantuan ini juga tidak seberapa, dan tidak bisa menggantikan apa yang didapat seperti sebelum penerapan PPKM Darurat,” kata Ipuk.

Sembako juga diberikan kepada beberapa orang yang membutuhkan sepanjang pemantauan PPKM Darurat tersebut. Ipuk mengatakan, dalam waktu dekat sembako juga kembali disalurkan kepada pelaku seni, wisata, pengemudi angkutan kota, ojek online, penyandang disabilitas, dan warga yang membutuhkan secara umum. Bantuan itu berasal dari Pemkab Banyuwangi dan Kementerian Sosial (Kemensos).

Pemkab Banyuwangi, kata Ipuk, juga kembali menggalang gerakan untuk membantu warung kecil/pedagang keliling/PKL yang jam operasionalnya harus dibatasi pada masa PPKM Darurat. Selain menyiapkan bantuan uang tunai yang masih dalam proses penyiapan keuangan, para PNS di kabupaten tersebut bergerak memborong dagangan warung kecil, pedagang keliling, atau pedagang kaki lima (PKL). (sgt/aif)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP