Minggu, 26 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Tampil Lebih Humanis, Satpol PP Bentuk Satgas KKUP

23 Juli 2021, 10: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

PENGARAHAN: Plt Kasatpol PP Banyuwangi Wawan Yadmadi memimpin apel di kantor Satpol PP Banyuwangi kemarin (16/7).

PENGARAHAN: Plt Kasatpol PP Banyuwangi Wawan Yadmadi memimpin apel di kantor Satpol PP Banyuwangi kemarin (16/7). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyuwangi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ketertiban, Ketenteraman Umum, dan Perda (KKUP). Satgas tersebut terdiri dari beberapa unsur, di antaranya Linmas, Tibum, dan Damkar.

Satgas tersebut dibentuk untuk menekankan protokol kesehatan (prokes) selama PPKM Darurat dan melakukan penindakan secara tegas. Namun, tetap harus mengedepankan sikap humanis, sopan, dan santun kepada masyarakat. ”Ini sebagai upaya integrasi, untuk membuat kondisi yang kondusif dan mematuhi prokes,” ujar Plt Kasatpol PP Banyuwangi Wawan Yadmadi.

Menurut Wawan, upaya integrasi tersebut sebenarnya sebagai komitmen bersama dalam penanganan Covid-19. Satgas tersebut menjadi garda terdepan bagi Satpol PP untuk berperan aktif dalam ikut menegakkan aturan yang dibuat Satgas Covid-19. ”Selama ini Satpol PP sifatnya hanya membantu para penegak hukum TNI-Polri, tetapi tetap menegakkan Perda,” katanya kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (16/7).

Baca juga: 400 Ribu Orang Sudah Divaksin, Pemkab Buka Akses Vaksinasi Daring

Selain itu, jelas Wawan, tugas satgas juga melakukan tindakan pendisiplinan kepada masyarakat. Terutama terhadap para pedagang, pedagang kaki lima (PKL), warung, dan toko yang melanggar protokol kesehatan. ”Fungsi dan tugasnya tetap sama, melakukan tindakan tegas. Namun, tetap secara humanis, santun, dan sopan,” terangnya.

Wawan mengatakan, sikap-sikap tersebut selalu ditanamkan kepada anggotaya untuk mengantisipasi adanya anggota yang melakukan kekerasan ataupun tindakan seenaknya sendiri. ”Selalu kita tanamkan untuk sifat kebaikan, meski menegakkan aturan. Sehingga, pelanggar juga selalu mendapatkan solusi terbaik agar tidak mengulanginya kembali,” ungkapnya.

Wawan menambahkan, dengan prisip tersebut diharapkan image masyarakat terhadap Satpol PP yang terkesan angker bisa hilang. Sehingga, Satpol PP juga bisa bermasyarakat. ”Selama ini memang pandangan masyarakat terhadap Satpol PP terkesan takut, makanya perubahan tersebut memang harus dilakukan,” pungkasnya. (rio/afi/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya