Jumat, 30 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Pagi Ini Terasa Lebih Dingin. Kenapa?

Oleh: Sugiono*

22 Juli 2021, 11: 07: 36 WIB | editor : Ali Sodiqin

Pagi Ini Terasa Lebih Dingin. Kenapa?

Share this          

BELAKANGAN ini kita yang tinggal di seputaran wilayah tapal kuda meliputi: Banyuwangi, Situbondo, Jember, dan Bondowoso, menjalani malam atau pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), secara umum suhu di Pulau Jawa khususnya pada Juli ini, berkisar antara 14 sampai 21 derajat Celsius.

Fenomena ini kalau kita sadari, sebenarnya rutin terjadi setiap bulan Juli sampai Agustus. Dulu, saat saya masih masa kanak-kanak, tinggal di kampung. Dengan alam pedesaan. Penuh dengan persawahan yang ditanami tanaman tebu rakyat. Pada bulan Juli sampai Agustus ini, biasanya bersamaan dengan musim panen atau musim tebang tebu.

Saat itu saya berpikir bahwa, dengan tanaman tebu ditebang, maka tidak ada lagi benteng atau penghalang yang melindungi kampung dari angin gunung. Pun juga angin laut. Angin ini, langsung saja berembus ke kampung kami, tanpa ada yang menghalangi. Sehingga cuaca menjadi lebih dingin. Benarkah demikian? Mari kita sama-sama sedikit belajar dan berliterasi tentang bumi dan antariksa, yang dalam istilah kerennya disebut Astrophysics.

Baca juga: Pemkab Siapkan Bantuan Uang Tunai dan Gerakan PNS Belanja di Warung

Begini, seperti yang diketahui, menurut Kepler, bumi beserta planet-planet lain bergerak mengitari matahari pada orbitnya. Akan tetapi, orbit bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna. Melainkan berbentuk elips atau lonjong (mirip telur) dengan matahari sebagai titik pusatnya. Kelonjongan lintasan tersebut sekitar 1/60.

Jadi, sederhananya seandainya kulit telur itu adalah lintasan planet, maka kuning telur itu ibarat matahari. Bumi kita berputar pada lintasan elips tersebut dalam waktu 12 bulan atau satu tahun. Dengan demikian, setiap tahunnya bumi akan berada di posisi terjauh (aphelion) dan di posisi terdekat (perihelion) dari matahari. Posisi aphelion biasanya terjadi pada bulan Juli, Sementara perihelion biasanya terjadi pada bulan Januari.

Seperti yang dilansir di situs LAPAN, aphelion tahun ini terjadi pada tanggal 6 Juli 2021, pukul 05.27 WIB, pada jarak 152.100.527 km. Sedangkan saat di bangku sekolah, kita pelajari bahwa jarak rata-rata matahari ke bumi sebesar 149.597.871 km yang dikenal dengan 1 satuan astronomi (1 SA). Lantas, pertanyaannya apakah posisi aphelion ini menjadi penyebab terasa lebih dinginnya pagi ini?

LAPAN menjelaskan bahwa, secara umum tidak ada dampak yang signifikan terhadap bumi. Posisi aphelion tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer permukaan. Hal ini disebabkan panas matahari tersebar merata ke seluruh permukaan bumi. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan cuaca terasa lebih dingin?

Pertama, gerak semu harian matahari. Posisi matahari saat ini berada di belahan bumi utara. Dengan kata lain, posisi bumi kita miring dan bagian utara akan lebih banyak condong ke arah matahari sehingga suhu di bumi (terutama di bagian utara) akan lebih hangat. Berdasar hukum fisika, Tekanan udara dipengaruhi oleh temperatur. Apabila temperatur udara tinggi, maka volume molekul/partikel udara akan berkembang sehingga tekanan udara menjadi rendah dan demikian sebaliknya. Hal ini kemudian berimbas pada perbedaan tekanan udara antara belahan bumi utara dan selatan.

Di bulan Juli, tekanan udara bumi bagian utara suhunya menjadi lebih hangat, sehingga tekanan menjadi lebih rendah ketimbang bagian selatan. Perbedaan tekanan ini mengakibatkan udara bertiup dari selatan (tekanan yang lebih tinggi) ke utara (tekanan yang lebih rendah). Sementara di bagian selatan, terdapat benua Australia yang Juli ini sedang mengalami musim dingin. Karena angin dingin bertiup dari selatan menuju utara, maka mengakibatkan beberapa wilayah di Indonesia (khususnya bagian selatan khatulistiwa seperti Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, mengalami penurunan suhu.

Kedua, Fenomena Clear Sky. Fenomena Clear Sky adalah keadaan di mana langit bersih, tanpa atau hanya sedikit awan. Seperti yang kita pelajari bahwa, radiasi matahari tidak semuanya dapat sampai ke permukaan bumi. Hanya sekitar 47% yang diserap oleh bumi. Hal ini disebabkan karena saat memasuki atmosfer bumi, sinar matahari terhalang oleh beberapa proses yaitu proses penyerapan (absorbtion) oleh atmosfer sebesar 19%, proses pemantulan (reflection) sekitar 34%, dan proses pemancaran (scattering). Langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas oleh bumi ke atmosfer luar. Dalam keadaan langit normal. Panas yang dilepas bumi ini, biasanya diserap kembali oleh awan. Dan dipantulkan kembali ke bumi. Sehingga suhu bumi cenderung stabil. Saat fenomena clear sky, panas dari bumi ini langsung dilepas ke atmosfer luar. Tanpa terserap oleh awan. Sehingga kemudian membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari. Hal ini yang kemudian membuat udara terasa lebih dingin terutama pada malam hari.

Demikian, mudah-mudah menambah pengetahuan serta wawasan sebagai upaya agar kita lebih dekat, dan selalu menjaga kelestarian bumi tempat kita tinggal beserta fenomenanya. (*)

*) Guru SMAN 1 Panarukan, Situbondo. Penerima Beasiswa Training Course on Earth and Space Science.

Seameo-Seaqis-Asia tenggara

(bw/*/als/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news