Sabtu, 24 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Kejaksaan Kesulitan Telusuri Aset Kades Tegalharjo

22 Juli 2021, 18: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Ilustrasi korupsi.

Ilustrasi korupsi. (Dok.JawaPos.com)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Kejaksaan Negeri Banyuwangi tampaknya kesulitan dalam memburu aset milik Kepala Desa (Kades) Tegalharjo, Mursyid. Hingga kemarin (16/7) belum ada satu pun aset yang berhasil disita dari tangan tersangka tindak pidana korupsi (tipikor) tersebut.

Padahal korupsi yang dilakukan orang nomor satu di Pemdes Tegalharjo tersebut menelan kerugian negara hingga Rp 1,4 miliar. ”Belum ada titik terang atas aset yang dimiliki oleh tersangka,” ujar Kajari Banyuwangi Mohammad Rawi melalui Kasi Intelijen Eddy Wijayanto.

Menurut Eddy, penelusuran terhadap aset milik tersangka tersebut memang cukup sulit. Beberapa asetnya sudah tidak ada atau hilang. ”Kita masih telusuri terus asetnya, termasuk benda bergerak maupun tidak,” katanya.

Baca juga: Jaranan Buto Turun Jalan Kampanye Prokes

Yang dimaksud benda bergerak, jelas Eddy, yakni berupa kendaraan yang dibeli dari hasil korupsi tiga program pemerintah. Sedangkan untuk benda tidak bergerak, meliputi rumah dan tanah. ”Kita masih bekerja sama dengan beberapa pihak untuk menemukan aset yang dimilik tersangka,” imbuhnya.

Untuk aset benda bergerak, masih kata Eddy, pihaknya bekerja sama dengan Satlantas Polresta Polresta Banyuwangi. Sedangkan untuk aset tidak bergerak, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Negara (BPN) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ”Kesulitannya ada beberapa pihak yang belum menyetujui dan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi,” terangnya.

Sebenarnya penyitaan aset tersebut lebih mudah jika ada penetapan dari pengadilan sehingga kejaksaan punya wewenang untuk langsung menyegel maupun menyita secara paksa. ”Jika masih mendalami, pastinya susah untuk menunjukkan kebenaran atas kepemilikan aset milik tersangka,” ungkapnya.

Yang jelas pihaknya masih terus berupaya mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,4 miliar tersebut. Caranya dengan menyita seluruh aset milik tersangka. ”Kita pasti usahakan untuk menutupi kerugian negara dengan aset yang dimiliki tersangka,” jelasnya.

Kejaksaan telah menetapkan Kades Tegalharjo Mursyid dalam perkara korupsi tiga program desa, Kamis 25 Mei lalu. Kala itu Mursyid diperiksa selama lima jam oleh penyidik pidana khusus (pidsus). Orang nomor satu di Pemdes Tegalharjo tersebut diduga melakukan korupsi tiga program pemerintah, yaitu BLT, program ”Kanggo Riko”, dan  penyewaan tanah kas desa (TKD). Dari tiga program tersebut, negara mengalami kerugian Rp 1,4 miliar. (rio/aif/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news