Minggu, 19 Sep 2021
radarbanyuwangi
Home > Finance
icon featured
Finance

Selama PPKM Darurat, Karyawan BRI Terapkan WFA

22 Juli 2021, 18: 15: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

KERJA ONLINE: Manager Operasional BRI Banyuwangi Mohammad Alfi Syahlim tetap bekerja namun secara online kemarin (15/7).

KERJA ONLINE: Manager Operasional BRI Banyuwangi Mohammad Alfi Syahlim tetap bekerja namun secara online kemarin (15/7). (Bagus Rio/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Adanya aturan bagi perusahaan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sektor esensial dan kritikal, membuat sejumlah tempat usaha untuk harus menyesuaikan diri. Hal itu sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 18 Tahun 2021 tentang perubahan atas Inmendagri Nomor 15 Tahun 2021.

Seperti yang diterapkan oleh pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Banyuwangi. Selama PPKM Darurat hanya 50 persen karyawannya yang masih menjalankan tugas Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan. Sedangkan 50 persen karyawan lainnya menerapkan Work From Anywhere (WFA) dengan bekerja secara online. ”Selama PPKM Darurat diberlakukan, para karyawan memang sudah menjalankan tugasnya secara online bisa di rumah atau di tempat lain,” ujar Manager Operasional BRI Banyuwangi Mohammad Alfi Syahlim.

Sejak awal penerapan PPKM Darurat, jelas Alfi, BRI memang sudah menerapkan pembatasan kepada karyawan. Sejumlah karyawan memang sudah bisa bekerja secara online. ”Mereka hanya berbekal laptop, bisa bekerja di mana pun. Dengan tetap dipantau melalui Zoom Meeting,” katanya.

Baca juga: Jalan Tikus Ikut Ditutup Warga Kampung

Selama pembatasan tersebut, masih kata Alfi, pelayanan di BRI juga dioptimalkan. Yakni dengan penerapan jam layanan yang dibuka sejak pukul 08.00 hingga pukul 14.00. ”Pelayanannya tetap sesuai protokol kesehatan, para nasabah bisa mendaftar secara online juga,” terangnya.

Bank BRI juga telah menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di seluruh kantor BRI. Antara lain, mewajibkan penggunaan masker, penyiapan hand sanitizer, pemeriksaan suhu tubuh, dan pengaturan jarak minimum bagi pekerjanya. ”BRI mewajibkan penggunaan masker dan sarung tangan oleh petugas di front liner serta memasang sekat pembatas dari kaca di meja teller dan customer service, sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” ungkapnya.

Alfi berharap dengan penerapan tersebut para nasabah juga bisa merasa nyaman dan aman ketika melakukan transaksi. Terutama ikut menekan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Banyuwangi. ”Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir,” harapnya. (rio/afi/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP