Sabtu, 24 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Banyuwangi
icon featured
Banyuwangi

Jalan Tikus Ikut Ditutup Warga Kampung

22 Juli 2021, 17: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

DITUTUP: Sejumlah warga Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri, menutup jalan tikus di kampungnya, Rabu malam (14/7).

DITUTUP: Sejumlah warga Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri, menutup jalan tikus di kampungnya, Rabu malam (14/7). (Bagus Rio/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Sejumlah akses jalan yang ditutup aparat gabungan, membuat para pengendara kelimpungan. Mereka terpaksa harus mencari jalan tikus untuk bisa pulang maupun pergi ke tempat tujuannya. Namun, pada Rabu malam (14/7), jalan pintas tersebut rupanya ikut ditutup warga kampung setempat.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, penutupan jalan tikus tersebut dilakukan di Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Giri yang merupakan tembusan ke Jalan MH Thamrin dan ke Jalan Raden Wijaya. Akibat penutupan itu, para pengendara motor tidak dapat melintas dan masuk ke permukiman warga untuk menghindari penyekatan yang dilakukan di pertigaan Giri tepatnya Jalan MH Thamrin.

Warga menutup akses jalan masuk perkampungan dengan alat seadanya seperti bambu, kursi, dan alat lainnya. Sejumlah warga juga berjaga di lokasi untuk mengantisipasi adanya pengendara yang nekat menerobos. ”Banyaknya pengendara yang masuk perkampungan, akhirnya dilakukan penutupan oleh warga,” ujar Ketua RW 02 Subiantoro.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran DB, Gencarkan Fogging

Menurut Subiantoro, penutupan jalan dilakukan seiring ditutupnya akses jalan utama. Hal ini juga sejalan dengan inisiatif warga dalam mengantisipasi penularan Covid-19 dan mobilitas masyarakat. ”Hanya masyarakat kampung saja yang hendak pulang dan ojek online yang diperbolehkan masuk,” katanya.

Penutupan jalan tikus itu, jelas Subiantoro, untuk mengantisipasi agar tidak dijadikan alternatif para pengendara. Terutama hingga menimbulkan kemacetan di tengah kampung. ”Jalan kampung ini cukup sempit, sehingga ketika ada kendaraan besar yang melintas jelas akan menimbulkan kemacetan,” terangnya.

Namun, Subiantoro menegaskan, penutupan jalan tikus tersebut demi menyukseskan pelaksanaan PPKM Darurat. Yakni dengan mengurangi mobilitas masyarakat untuk keluar rumah. ”Kami sebagai masyarakat hanya bisa membantu dengan sebisanya untuk mengurangi niat masyarakat,” tegasnya.

Wakasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Datik Hariyati mengatakan, penutupan jalan tikus yang dilakukan warga tersebut memang hak warga. Sebab, jalan tersebut merupakan jalan kampung. ”Kami sangat mengapresiasi peran aktif yang dilakukan masyarakat kampung dengan membantu menekan mobilitas masyarakat,” katanya.

Datik menambahkan, meski dilakukan penutupan. Akses jalan tetap diberikan kepada ambulans dan ojek online. ”Hanya kendaraan tertentu yang bisa melakukan aktivitas. Untuk ojek online, tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya. (rio/afi/c1)

(bw/rio/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news