Sabtu, 24 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

Dampak PPKM, Penjual Kambing Kurban Sepi Pembeli

22 Juli 2021, 15: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

TAK LAKU: Kambing kurban yang dijual pedagang musiman di Desa Sraten, Kecamatan Cluring kurang diminati saat pandemi Covid-19 kemarin (15/7).

TAK LAKU: Kambing kurban yang dijual pedagang musiman di Desa Sraten, Kecamatan Cluring kurang diminati saat pandemi Covid-19 kemarin (15/7). (Krida Herbayu/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id - Hari Raya Idul Adha kurang lima hari lagi, penjual hewan kurban yang banyak bermunculan, mengeluhkan sepinya pembeli. Penyebabnya, pandemi Covid-19. Apalagi kini tengah diberlakukan PPKM Darurat.

Salah seorang penjual hewan kurban, Muhammad Fauzi, 54, asal Dusun Krajan, Desa Sraten, Kecamatan Cluring mengaku sudah sepuluh tahun melakoni pekerjaan menjual hewan kurban. Biasanya pada 10 hari menjelang Idul Adha, mampu menjual 120 ekor kambing. Tapi dua tahun terakhir, penjualannya merosot. “Dampak pandemi Covid-19 begitu terasa, penjualan menurun drastis, pada Idul Adha tahun 2021 hanya laku 30 ekor kambing,” katanya kemarin (15/7).

Untuk tahun ini, jelas dia, penjualan semakin merosot. Hingga H-5 hari pada Idul Adha, dari 60 ekor kambing yang disediakan baru laku 20 ekor. “Ini sepi sekali, atau mungkin karena Idul Adha berbarengan dengan PPKM Darurat ya,” ujarnya.

Baca juga: Jaga Pasar Batik dengan Produksi Harian

Biasanya dua hari menjelang Idul Adha, masih kata dia, pembeli hewan kurban akan ada peningkatan. Tapi, untuk tahun ini tidak bisa memprediksi. “Saya menjual kambing itu antara Rp 2.5 juta hingga Rp 4.5 juta jenis lokal dan etawa,” terangnya.

Setiap Idul Adha, jelas dia, biasanya ada sejumlah pondok pesantren yang memesan kambing antara 10 ekor hingga 20 ekor, tapi sampai saat ini belum ada yang memesan. “Masa PPKM Darurat susah semua,” katanya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news