Sabtu, 24 Jul 2021
radarbanyuwangi
Home > Genteng
icon featured
Genteng

LPJU Dimatikan, Rambu Lalin Diseruduk Mobil

22 Juli 2021, 15: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

ROBOH: Rambu lalin di jalan raya Desa Tampo, Kecamatan Cluring ambruk setelah ditabrak mobil saat lampu penerangan jalan dimatikan kemarin (15/7).

ROBOH: Rambu lalin di jalan raya Desa Tampo, Kecamatan Cluring ambruk setelah ditabrak mobil saat lampu penerangan jalan dimatikan kemarin (15/7). (Krida Herbayu/RadarBanyuwangi.id)

Share this          

RadarBanyuwangi.id – Gara-gara Lampu Penerang Jalan Umum (LPJU) dimatikan saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mobil pikap L300 menabrak rambu lalu lintas (lalin) di pinggir jalan raya Dusun Simbar I, Desa Tampo, Kecamatan Cluring kemarin (15/7).

Tidak diketahui mobil pikap yang menabrak rambu lalin itu. Setelah menebrak rambu hingga miring ke arah jalan raya, mobil itu juga langsung kabur. “Diduga gelap karena LPJU mati, ada mobil menabrak rambu lalu lintas,” terang Joko Susanto, 36, warga Dusun Simbar I, Desa Tampo, Kecamatan Cluring.

Menurut Joko, ada warga yang melihat mobiul pikap L300 menabrak rambu lalin sekitar pukul 02.00. Tapi, mobil itu juga langsung kabur. “LPJU mati membuat jarak pandang sopir berkurang saat melintas di jalan tikungan,” ujarnya.

Baca juga: Tambah Dua Titik Penyekatan di Genteng, Kendaraan Harus Putar Balik

Saat mobil pikap L300 itu menabrak rambu lalin, terang dia, terdengar suara benturan yang sangat keras. Ada warga yang mengecek di lokasi kejadian, tapi mobil yang menabrak kabur. “Mobil pikap dari arah selatan, kecepatannya tinggi,” terangnya.

Gara-gara ditabrak mobil pikap itu, rambu lalin masih miring dan belum diperbaiki. Warga juga bingung harus melapor kemana. “Belum dibenahi, rambu-rambu itu masih melintang di tepi jalan,” cetusnya.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Dwi Yanto mengaku belum mendapat laporan terkait rambu lalin yang rusak akibat ditabrak mobil pikap. Pihaknya akan mengecek dan memperbaiki rambu lalin itu. “Akan kami cek, jika tidak diperbaiki dikhawatirkan semakin membahayakan,” katanya.(kri/abi)

(bw/kri/als/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news